Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Penuh Pesan Moral

Menceritakan dongeng sebelum tidur untuk anak adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua jenis dongan bisa diceritakan begitu saja. Setidaknya masukkan pesan moral pada setiap kisah yang Anda dongengkan kepada anak tercinta. Agar semakin bertambahnya usia, sang anak memahami mana yang boleh dilakukan dengan yang tidak. Seperti yang diketahui, ada banyak jenis dongeng yang bisa diceritakan kepada anak, mulai dari cerita rakyat, kisah hewan, dongeng dari mancanegara dan lain sebagainya. Untuk memudahkan Anda, berikut ini adalah beberapa cerpen dongeng anak yang memiliki pesan moral.

1.     Putri Mawar dan Seekor Burung Emas


dongeng sebelum tidur putri mawar dan burung emas
Dongeng sebelum tidur yang pertama adalah kisah Putri Mawar dan Seekor Burung Emas. Dahulu, hidupkan seorang putri kerajaan yang sangat cantik. Putri cantik tersebut bernama Mawar. Sang putri dipanggil Mawar karena mempunyai rambut panjang dengan warna merah yang cantik seperti bunga mawar. Setiap malam, Putri selalu berdiri persis di depan balkon dan selalu menepuk tangannya. Setiap ia melakukan itu, burung emas kecil akan hinggap dibahunya. Ajaibnya, setiap kali burung emas datang rambut sang putri mengeluarkan silau cahaya merah yang sangat menawan. Dan burung emas pun akan mengeluarkan nada-nada yang indah dari patuknya. Putri Mawar mengikuti alunan nada yang dikeluarkan sang burung, dan mereka bernyanyi hingga satu kerajaan bisa tidur terlelap dan bermimpi indah.


Dongeng sebelum tidur ini berlanjut ketika ada penyihir jahat yang merasa iri dengan Putri Mawar. Penyihir tersebut mengutuk rambut Putri mawar agar berubah menjadi warna hitam kelam. Dan seperti malam biasanya, putri dan burung emasnya kembali bernyanyi. Alangkah sedihnya mereka ketika mereka bernyanyi, satu kerajaan justru bermimpi buruk dan menakutkan. Putri pun bersedih dan berkata, “Wahai burung emas, apa yang harus aku lakukan supaya rakyatku bisa kembali bermimpi hal-hal yang indah?” dan burung emas mengatakan “Rendam rambutmu dengan air mawar putri”.


Setelah mendapatkan jawaban tersebut, Putri Mawar merendam rambutnya dan rambut mawarnya yang indah kembali seperti semula sehingga rakyatnya bisa bermimpi indah kembali. Sang penyihir bertambah marah dan kembali memantrai Putri Mawar sekaligus menghancurkan semua kelopak mawar yang tumbuh di penjuru negeri. Sang putri kebingungan karena tidak lagi bisa merendam rambutnya seperti yang dikatakan burung emas. Dan ia pun menangis di balkon menanti keajaiban. Tanpa diduga, datanglah seorang pangeran tampan yang membawa sebuah kota berisi rambut berwarna merah. Putri yang menangis tidak sengaja menjatuhkan air matanya ke rambut tersebut. Ajaib, isi kotak yang terkena air mata sang putri berubah menjadi kelopak mawar yang sangat menawan.


Putri Mawar langsung merendam rambut indahnya dengan air mawar tersebut dan kembali bernyanyi untuk menciptakan mimpi yang indah bagi rakyatnya. Sang putri menikah dengan pangeran dan penyihir jahat hancur karena tidak mampu menahan amarahnya. Pesan moral yang dapat dipetik dari dongeng sebelum tidur ini adalah kebencian dan iri hati hanya akan menghancurkan diri sendiri dan tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Ketulusan hati dan kebaikanlah yang akan selalu menang melawan segala bentuk kejahatan.

2.     Kerbau dan Kambing


Dongeng sebelum tidur penuh pesan moral selanjutnya adalah kisah si kerbau dan kambing. Pada suatu hari seekor kerbau jantan yang mampu lolos dari serangan singa masuk ke sebuah hutan yang dipakai oleh para kambing untuk berteduh serta menginap ketika cuaca sedang buruk dan malam datang. Melihat kedatangan kerbau, kambing tidak suka dan menyeruduk kerbau agar keluar dari gua dan dimangsa oleh singa. Kerbau yang sebelumnya diam saja menjadi kesal dan keluar dari gua. Kerbau berkata kepada kambing “ Aku tidak akan diam saja melihat perilakumu yang pengecut itu kambing, setelah singa itu pergi aku akan memberikan pelajaran kepadamu”. Saat kerbau pergi, justru kambing-kambing tersebutlah yang menjadi makanan sang singa. Sementara kerbau keluar dari gua dengan selamat.


Pesan moral yang bisa diambil dari dongeng sebelum tidur ini adalah berbuat baiklah dengan orang lain. Karena pembalasan itu pasti ada, berbuat baik akan diberi kebaikan dan berbuat jahat akan diberi keburukan. Apalagi, sangatlah jahat jika kamu mengambil keuntungan dan menjatuhkan orang yang sedang tertimpa musibah.

3.     Kera Dan Ayam


Dongeng sebelum tidur penuh pesan moral selanjutnya adalah kisah kera dengan ayam yang sudah bersahabat baik sejak lama. Kera seringkali membawakan makanan kepada teman baiknya ayam, dan sebaliknya ayam pun juga sering membawa makanan untuk kera. Namun pada suatu hari, kera tidak berhasil mendapatkan makanan dimanapun dan merasa jenuh. Ketika sampai di hutan, kera bertemu ayam sahabatnya. Tapi siapa yang sangka, kera justru melihat sahabatnya tersebut seperti santapan yang lezat untuknya hari itu. Tentu saja ayam kabur agar tidak dimakan oleh kera yang tengah kelaparan.


Ayam terus berlari hingga ke pantai dan bertemu dengan temannya seorang lumba-lumba. Mendengar kisah ayam, lumba-lumba merasa marah dan ingin memberi pelajaran untuk si kera supaya bisa menjaga persahabatan dengan baik. Cerpen dongeng sebelum tidur ini berlanjut ketika lumba-lumba memiliki cara terbaik untuk membalas dan memberikan pelajaran kepada si kera. Kera akhirnya menemukan ayam di pinggir pantai. Dengan kelaparannya kera berkata pada ayam “Ayam yang manis, mendekatlah kamu. Aku memiliki sesuatu yang sangat kamu sukai”. Ayam yang sudah mengetahui niat jahat kera menjawab “Tidak mau, kamu pasti akan memakan aku kan kera! Baik, tadi aku berbicara dengan temanku lumba-lumba dan dia mengatakan bahwa ada banyak makanan lezat di pulang yang ada di seberang sana. Kamu mau ikut mencari makan denganku atau tidak, kera? kata si ayam. Mendengar makanan enak, tentu saja kera langsung mengiyakan dan naik ke perahu bersama sang ayam sambil di dorong oleh lumba-lumba.


Dalam perjalanan, ayam berkokok dan berkata kepada lumba-lumba “ Sudah sampai belum?” dan lumba-lumba menjawab “Sudah, silahkan kamu patuk patuk ayam”. Mendengar jawaban dari lumba-lumba, ayam pun langsung mematuk perahu yang ia tumpangi bersama kera hingga perahu bocor dan air mulai merembas ke dalam perahu. Sementara kera masih belum sadar karena terbuai dengan imajinasinya tentang makanan, ayam sudah pindah ke atas tubuh lumba-lumba dan menyelamatkan diri. Kera yang rakus tetap tidak sadar hingga air yang sudah masuk ke dalam perahu mulai deras. Saat ia tersadar, semua terlambat karena kera sudah ditinggal sendiri dengan perahu yang hampir tenggelam.


Makna dari cerita dongeng sebelum tidur ini tentunya sangat terlihat jelas bahwa dalam menjalin persahabatan, janganlah kamu melukai perasaan sahabatmu atau orang lain. Karena hal tersebut bisa menghancurkan hubungan yang sudah lama terjalin selama ini. Selain itu, jangan rakus dan hanya memikirkan diri sendiri. Pikirkan solusi yang tidak menyakiti diri sendiri dan juga orang lain.


Demikianlah beberapa dongeng sebelum tidur yang penuh dengan pesan moral. Semoga dongeng di atas bisa menjadi referensi untuk Anda yang ingin berdongeng untuk si kecil

Dua Ekor Domba

Dua ekor domba berjalan dengan tegapnya dari arah yang berlawanan di sebuah perbukitan yang sangat curam, saat itu secara tidak sengaja, mreka scara brsaman masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. Sebuah batang pohon yang telah lama jatuh, telah dijadikan sbgagai jembatan untuk menyebrangi jurang trsebut.

Batang pohon yang dijadikan jembatan tersbut sangatlah teramat kecil shingga tidak dapat dilalui secara bersamaan oleh dua ekor musang dengan selamat, apalagi dilalui oleh dua ekor domba. Jembatan pohon yang sangat kecil itu akan membuat orang yang paling berani pun akan menjadi gemetaran.

Tetapi kedua domba tersebut tidak merasa gemetaran atau ketakutan. Rasa angkuh dan harga diri mereka tidak membiarkan mereka untuk mengalah dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada domba lainnya.

Saat salah satu domba menginjakkan kakinya ke jembatan itu, domba yang lainnya pun tidak mau mengalah dan juga menapakkan kakinya ke jembatan tersebut. Akhirnya kedua domba itu bertemu tepat di tengah-tengah jembatan.

Keduanya masih tidak mau mengalah dan malahan saling menyeruduk dengan tanduk mereka sehingga kedua domba tersebut akhirnya jatuh ke dalam jurang dan tersapu oleh aliran air yang sangat deras di bawahnya.

Pelajaran yang dapat di petik dari cerita ini adalah : Sebaiknya kita membuang jauh- jauh sifat angkuh dan merasa paling benar pada diri kita, karena sifat ini lah yang membuat kita menjadi egois, dan tidak mau mengalah untuk kebaikan. 

Dongeng anak : Pemuda Bersuling Aajaib

Dongeng anakDi kisahkan, pada Jaman dahulu terdapat sebuah kota yang terletak di kaki bukit. Kota itu bernama Kota Hameliyn. Penduduk yang tinggal di kota Hameliyn hidup dengan aman dan damai, tapi sayangnya kesadaran mereka terhadap kebersihan lingkungan sangat memprihatinkan. Mereka suka membuang sampah di sembarang tempat, hingga akhirnya sampah-sampah itu menjadi sarang tikus. Seiring berjalanya waktu,semakin lama jumlah tikus terus bertambah dan kota pun dipenuhi oleh kawanan tikus.

Para tikus tersebut mulai terlihat berkeliaran di mana-mana. Mereka bergerak bebas di mana saja tanpa sedikitpun merasa takut, apabila melihat manusia. Untuk mengatasinya, sebagian penduduk kota mencoba untuk memelihara kucing. Selain itu, ada pula yang memasang berbagai perangkap tikus untuk membunuh atau membinasakan para tikus. Namun, semua usaha yang telah dilakukan seakan sia-sia, dan tidak pernah membuahkan hasil. Jumlah tikus malah semakin lama semakin bertambah banyak. Penduduk menjadi kesal dan kehabisan akal untuk melenyapkan tikus-tikus tersebut.

Musibah yang menimpa Kota Hameliyn rupanya telah tersebar luas hingga ke kota-kota lain di sekitarnya. Dari salah satu kota tersebut ada seorang pemuda yang datang ke Kota Hameliyn untuk menawarkan diri mengusir semua tikus yang berkeliaran. Sebagai imbalannya, sang pemuda meminta upah sebesar dua keping emas kepada setiap orang yang ada di Hameliyn. Warga masyarakat Hamelyn segera mendiskusikan  penawaran sang pemuda. Dan, setelah berdiskusi panjang-lebar, akhirnya mereka setuju dan sepakat untuk membayar,meskipun harga yang ditawarkan pemuda sangat mahal menurut mereka.

Setelah kesepakatan tercapai, sang pemuda lalu pergi ke tengah lapangan. Ia kemudian mengeluarkan sebuah suling dan mulai meniupnya. Suara yang keluar dari suling itu sangat merdu dan melenakan siapa saja yang mendengarnya (manusia maupun binatang). Para tikus yang mendengarnya seakan terhipnotis dan mulai keluar dari persembunyian mereka untuk berkumpul di sekeliling sang pemuda. Ia lalu berjalan perlahan sambil tetap meniup suling menuju ke sebuah sungai yang letaknya di pinggir Kota Hamelyn. Setelah sampai, sang pemuda langsung menceburkan diri ke tengah sungai. Hal ini diikuti pula oleh kawanan tikus. Ternyata para tikus tersebut tidak dapat berenang, sehingga seluruhnya tenggelam.

Saat kota telah terbebas dari gangguan tikus, sang pemuda kemudian menagih bayaran kepada para penduduk. Namun ternyata para penduduk menolak untuk membayar sang pemuda. Mereka menganggap bahwa kerja sang pemuda yang hanya meniup suling tidaklah sesuai dengan upah yang dimintanya. Sang pemuda menjadi marah. Ia lalu meniup sulingnya lagi dengan nada yang berbeda. Irama yang keluar dari suling itu ternyata sangat memikat hati anak dan segera mengikuti si pemuda pergi keluar dari Kota Hameliyn. Sedangkan bagi orang dewasa yang mendengarnya, seakan terlena dan tidak menyadari keadaan di sekitarnya.

Ketika sang pemuda telah berada di batas kota, barulah penduduk Hameliyn tersadar kalau anak-anak mereka juga dibawa serta. Mereka lalu berlari menyusul sang pemuda sampai ke perbatasan Kota Hameliyn. Saat bertemu sang pemuda, mereka lalu membujuknya dengan janji akan memberikan sekantong keping emas asal mau mengembalikan anak-anak mereka.

Namun, bujuk rayu penduduk Hameliyn tidak dihiraukan oleh Sang Pemuda. Sambil terus memainkan suling Pemuda itu membawa anak-anak menuju sebuah gua yang terletak agak jauh dari batas Kota Hameliyn. Dan, setelah seluruh anak masuk ke dalam goa itu bersama Sang Pemuda, secara tiba-tiba gua tersebut hilang dari pandangan. Para penduduk yang melihat langsung kejadian itu hanya bisa menyesal. Mereka menyesal karena telah berbuat ingkar pada sang pemuda yang akhirnya harus ditebus dengan menghilangnya anak-anak mereka.

Cerita anak : Keledai yang cerdik

Cerita anak- Pada suatu pagi,terlihat seekor keledai yang hendak pergi merumput ke sebuah padang rumput yang luas.
Sesampainya di padang rumput, si keledai memakan rumput dengan lahapnya, karena rumput di situ sungguh segar. Lagi pula tidak ada hewan lain di di situ,jadi si keledai dapat memakan rumput itu sepuasnya.
'' Oh, beruntungnya aku hari ini!'',kata keledai.
cerita anak keledai yang cerdikSetelah kenyang, keledai memandang sekeliling, tiba-tiba ia melihat seekor serigala yang kelaparan sedang menuju ke arah nya.
Keledai pun mendadak panik, dan berkata "Apakah yang harus aku lakukan sekarang? Kalau aku lari, tentu serigala itu berhasil mengejar aku, "pikir keledai yang mulai ketakutan itu.Tiba-tiba keledai mendapat ide. Keledai memberanikan diri. Ia berpura-pura berjalan dengan santai ke arah serigala. 
"Apakah yang terjadi? Mengapa kamu tidak lari saat melihat aku?'' tanya serigala yang keheranan.Tiada gunanya aku lari karena kamu tetap akan menburu dan menangkap aku.akhirnya aku akan jadi makanan kamu juga.'' Kata keledai dengan berani. 
'' Betul juga apa yang kamu katakan. Kalau kamu lewatkan hari ini, esok atau lusa kamu akan jadi mangsa aku juga,'' kata serigala.'' Tapi tidak menyenangkan kalau aku bisa menangkapmu dengan mudah . Akan lebih menyenangkan kalau kita main kejar-kejar.Kalau aku Berhasil menangkapmu, aku akan memakan kamu .'' 
'' Baiklah, aku setuju dengan saranmu,'' Kata keledai,'' tapi sebelum kita main kejar-kejaran, bolehkah aku meminta pertolonganmu.Dengan mencabut serpihan duri di dalam kuku kaki belakang aku ini.'' 
'' Ya, tentu saja aku akan membantumu untuk mencabut duri itu!'' Kata serigala.
Keledai pun menghulurkan kaki belakangnya ke arah serigala.Ketika serigala mencoba memegang kakinya dan menunduk untuk mencabut duri tersebut, keledai pun menendang muka serigala sekuat tenaga.
 Srigala pun terpental,dan berteriak "Arhaaaaahhhhhhh!'' serigala menjerit kuat karena kesakitan.
Rupanya tendangan keledai itu sangat kuat, serigala mengalami cedera yang parah.Hidungnya berdarah dan beberapa batang giginya patah. Akhirnya srigala pun pergi,dengan menahan kesakitan yang amat sangat.'' Lain kali ku pasti akan menangkapmu dan memakanmu keledai!'' jerit serigala dengan sangat marah. 

Cerita anak : Balasan untuk anak yang baik budi

Anak itu bernama Desma. Umurnya kira-kira sepuluh tahun. Ia sekarang duduk di kelas empat sekolah dasar. Ayah Desma telah meninggal dunia. Sekarang dia hanya tinggal bertiga dengan Emak,dan adiknya.
Setiap hari mereka bekerja. Emak membuat kue, Desma dan adik yang menjualnya. Kue itulah yang mereka jajakan ke berbagai tempat.
Suatu kali, Desma sedang menjajakan kuenya. Lorong lorong ditelusurinya sambil menjunjung kue diatas kepala. Satu demi satu kue di beli orang. Desma melayani pembeli dengan ramah dan sopan. Budi pekerti Desma yang baik membuat orang suka padanya. Bila Desma lewat, mereka sering memanggilnya, lalu membeli kue dari Desma.
Cerita anak balasan untuk anak yang baik budiMenjelang senja, kue telah habis terjual. Desma pulang menuju rumahnya. Ia ingin cepat sampai, karena ingin melaporkan keberhasilan nya dalam menjual kue kepada ibunya.
Dalam perjalanan pulang, Desma melihat langit mendung. Angin bertiup dengan kencang. Kilat sambar-menyambar. Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Desma amat ketakutan.
Hujan mulai turun. Desma berlari-lari kecil mencari tempat berteduh. Di sebuah rumah kecil Desma berhenti. Ia berdiri sambil merapatkan tubuhnya ke dinding rumah.
Hujan tidak juga berhenti. Desma telah lama menunggu hujan reda. Hari pun mulai malam. Desma semakin gelisah. Apakah ia harus berjalan menerobos hujan ini?
Desma tidak mempunyai pilihan lain, ia harus segera pulang. Ia tidak ingin ibunya menjadi cemas lalu mencari-carinya. Kemana ibunya akan mencari? tentu ibunya akan jatuh sakit karena kehujanan.
sambil menjunjung wajan tempat kue, Desma pergi meninggalkan rumah kecil itu. Ia melangkah terus dalam hujan. Berkali-kali Desma terpeleset. Jalan sangat licin dan gelap.
Seorang nenek yang baru pulang dari masjid tampaknya mengenal Desma. Desma memang bergaul baik dengan siapa saja. Desma juga suka menolong orang. Desma dipanggilnya. Ternyata nenek itu ingin memberikan obor pada Desma. Malam memang semakin gelap saja. Hujan masih turun. Nenek itu tampak begitu sayang pada Desma.
Setelah pamit dan mengucapkan terimakasih, dengan hati-hati, Desma membawa obor yang diberikan nenek tadi. Obor itu terbuat dari potongan bambu yang di isi dengan kain yang di basahi minyak tanah. Kain itu dimasukkan ke dalam potongan bambu itu dan ujungnya disulut dengan api. Desma berusaha agar api itu tidak basah oleh air.
Sekujur tubuh Desma terasa dingin. Ia terus saja melangkahkan kakinya. Akhirnya, ia sampai di rumahnya. Desma menghela nafas sejenak. Perasaanya tersa lega. Desma segera masuk. Tetapi perasaanya kembali gelisah. Rumahnya ternyata hanya di tunggui adiknya. Dugaan Desma ternyata benar. Emaknya telah pergi mencarinya.
Desma kembali menyalakan obor. Ia segera pergi. Menurut adiknya, ibu mencari ke kampung seberang. Kampung seberang berada di seberang sungai yang melintas di desanya. Tadi sore Desma memang berjualan ke sana. 
Desma kembali berjalan menerobos hujan. Langkahya dipercepat. Ia ingin segera tiba di kampung seberang. Tak jauh dari rumahya, terdapat sebuah sungai, Antara kampungnya dan kampung seberang dihubungkan oleh sebuah jembatan. Lewat jembatan itulah Desma biasanya pulang pergi ke seberang.
Tak lama berjalan, tiba-tiba terdengar suara benda berat yang runtuh."Brak...brak..brak..bum...", kemudian hening mencekam. Suara apakah itu? Desma tidak jadi melangkah.
Desma mencari arah datangnya suara tersebut. Rasa-rasanya suara itu datang dari arah jembatan.
Desma melangkah ke arah jembatan. Obor diangkatnya tinggi-tinggi sehingga menerangi jalan. Desma terus melangkah.
Ternyata jembatan itu telah di hantam air Bah yang meluap, Besi tiang jembatan itu ikut jatuh ke dalam air sungai.
Desma menjadi panik. Pikiranya menjadi kacau. Bukankah emak harus melewati jembatan ini untuk sampai ke rumah. Desma semakin cemas.
Dengan sekuat tenaga, Desma berteriak minta tolong. "Tolongg...tolong..jembatan runtuh..!"suaranya hilang ditelan gemuruh air sungai dan terpaan hujan yang tak mau kompromi.
Berkali-kali Desma berteriak, tapi tak seorang pun yang bisa mendenganrnya.
Ingin dia berlari mengatakan pada penduduk, tapi tempat itu jauh dari keramaian. Ia semakin cemas, mungkinkah emak ikut jatuh ke dalam sungai?
Ah...tak mungkin...tak mungkin!
Desma tak tau harus pergi kemana. Ia benar-benar bingung dan cemas.
Baiklah, aku segera memberitahukan hal ini kepada orang di ujung jalan itu, bisik Desma dalam hati.
Baru saja ia hendak pergi, sebuah cahaya terang muncul dan bergerak cepat.
Celaka .... sebuah bus penumpang akan segera lewat!"
Bus itu semakin mendekat dan meluncur deras menuju jembatan yang telah ambruk itu. Dengan cepat Desma bergerak ke tengah jalan sambil mengangkat obor tinggi-tinggi.
Ia tak peduli lagi dengan keselamatan dirinya, bus dan penumpangnya harus dapat di selamatkan.
Dalam jarak yang amat dekat. Pak sopir menginjak rem secara mendadak. Desma hampir saja dihantam bus yang serat penumpang itu.
Karena tak kuasa lagi memegang obor, persendian Desma terasa goyah, pandangannya kabur. Akhirnya ia roboh tak sadarkan diri.
Tatkala setelah sadar, banyak orang di sekelilingnya. Di antara mereka juga terlihat emak Desma. Matanya bengkak, ia menanggis.
Di sebelahnya terlihat adik yang tengah memandangi desma dengan sayu. Desma baru menyadari kalau dia sekarang berada di rumah sakit. Orang-orang cukup ramai menjenguk nya, sebagian adalah penumpang bus yang selamat itu. Berbagai hadiah diberikan mereka. Kepala kampung dan beberapa tokoh masyarakat juga hadir. Mereka menyalami Desma dan memuji pengorbanannya.
"Tanpa budi baik Nak Desma, entah apalah jadinya nasib keluarga kami." ujar salah satu penumpang bus.
Penghargaan pada Desma ternyata tidak sampai disitu saja. Di sekolah guru-guru sering memuji-muji Desma. Ia dijadikan teladan bagi teman-temanya.
Penghargaan lain datang dari pemilik bus yang di tolong oleh Desma. Karena Desma berbudi pekerti baik, mereka ingin mengangkat Desma sebagai anaknya. Mereka akan membiayai sekolah Desma dan memberikan bimbingan dan bantuan yang di perlukan Desma dalam menuntut ilmu.


Petualangan sinbad di lembah ular

Beberapa bulan di bashrah.ia menjadi jenuh. Setelah bosan tinggal di rumah yang mewah, sinbad kembali berlayar untuk mengadakan petualangan dan perdagangan.
Kali ini cuaca bagus dan kapal menjelajah dari laut ke laut dan dari pulau ke pulau, serta dimanapun simbad mendarat ia selau bertemu dengan para pedagang, para pejabat tinggi,dan para pedagang dan pembeli, dan sinbad pun menjual, membeli, dan tukar menukar barang.
Petualangan sin bad di lembah ularSinbad melanjutkan perjalanan dengan cara begini hingga suatu ketika sampai di sebuah pulau indah yang di tumbuhi banyak pepohonan, dengan limpahan buah-buahan masak, bunga-bunga yang wangi, burung-burung yang berkicau, dan sungai-sungai yang sangat jernih, tapi tidak ada satupun penduduk yang tinggal di sana. Kapten kapal melabuhkan kapal nya di pulau itu, dan para pedagang dan penumpang penumpang lainnya mendarat di sana, untuk menghibur diri mereka dengan melihat pemandangan pohon-pohon dan burung-burung.
Sinbad mendarat bersama yang lain dan duduk di dekat sebuah mata air yang jernih diantara pepohonan. Sinbad membawa makanan, dan duduk disana sambil memakan buah buahan yang lezat.  Angin berhembus sepoi-sepoi terasa sejuk, sungguh menyenangkan. Maka sinbad pun tidur-tiduran dan beristirahat hingga tanpa terasa tiupan angin yang lembut dan keharuman bunga bunga mengantarkannya ke dalam tidur yang pulas.
Ketika sinbad terbangun,ia tidak menemukan satu orang pun di sana. Kapal telah berlayar dengan seluruh penumpangnya,tak satu pedagang atau awak kapal pun yang melihatnya.
Sinbad mencari ke kanan dan ke kiri, tapi tidak menemukan siapa siapa kecuali dirinya sendiri. Sinbad merasa amat sedih dan marah,dan kemarahannya rasanya akan meledak karena rasa cemas, sedih, dan lelah, sebab dia benar benar sendirian di pulau itu tanpa makanan dan minuman.
Sinbad menyesal telah meninggalkan kotanya yaitu kota Baghdad,untuk melakukan perjalanan laut ini. Akhirnya, sinbad bangkit dan mulai berjalan jalan di pulau itu, karena ia tidak bisa duduk diam di suatu tempat. Lalu dia memanjat sebatang pohon tinggi dan melihat ke kanan dan kekiri tapi tidak menyaksikan apapun kecuali pepohonan dan pasir yang ada di pantai.
Lalu dia mencoba mengamati dengan seksama dan melihat suatu benda putih yang besar. Sinbad turun dari pohon dan berjalan ke arah benda itu, hingga ia sampai ketempat itu dan mendapati bahwa bentuk benda itu adalah sebuah kubah putih yang sangat besar dengan ketinggian dan lingkar keliling yang luar biasa.
Sinbad mendekat dan berjalan mengelilinginya tapi tidak menemukan pintu, dan karena benda itu sangat licin, sinbad tidak dapat memanjatnya. Sinbad menandai tempat dimana dia berdiri dan berkeliling mengitari kubah tersebut untuk mengukur lingkar kelilingnya dan mendapati ukurannya ada lima puluh langkah.
Sinbad berdiri, sambil memikirkan cara untuk masuk, karena siang hari sudah hampir berlalu dan matahari sudah hampir terbenam. Tiba-tiba,matahari menghilang,dan suasana menjadi gelap. Maka sinbad mengira bahwa awan sedang menutupi matahari,tapi karena saat itu musim panas,sinbad merasa heran juga. Sinbad mengangkat kepalanya dan memperhatikan benda itu dan melihat bahwa itu seekor burung besar,dengan tubuh sangat besar dan kedua sayapnya terentang,sedang terbang di langit dan menutupi cahaya matahari yang menyinari pulau itu. Keheranan sinbad semakin bertambah,dan dia ingat sebuah cerita yang pernah di dengar dari para wisatawan dan pengelana bahwa di pulau-pulau tertentu ada seekor burung yang sangat besar,yang dinamakan Rukh,yang memberi makan anak-anaknya dengan seekor gajah,dan dia menjadi yakin bahwa kubah yang dilihat tadi adalah salah satu telur burung Rukh.
Sementara sinbad masih terpesona,burung itu hinggap di atas telur dan mengeraminya dengan sayapnya dan,sambil meluruskan kakinya ke belakang di atas tanah, ia pun tertidur.
Sinbad melepas ikatan sorbannya, memilinnya dengan tali dan,sambil melilit pinggangnya dengan sorbanya itu,mengikatkannya erat-erat ke kaki burung,sambil berkata pada dirinya sendiri,"Barangkali burung ini akan membawaku ke sebuah pulau dimana terdapat kota-kota dan manusia. Itu akan lebih baik daripada tinggal di pulau ini".
Sinbad melewatkan malam itu tanpa tidur,karena khawatir bahwa burung itu akan terbang bersamanya sementara dia tidak menyadarinya.
Ketika fajar menyinsing dan hari mulai terang, burung itu bangkit dari telurnya,menyuarakan teriakan keras,dan terbang dengan membawa sinbad ke langit. Burung itu terbang semakin lama semakin tinggi hingga sinbad mengira ia telah mencapai puncak langit. Lalu burung itu mulai turun secara perlahan,sampai akhirnya dia hinggap di atas tanah,beristirahat di tempat tinggi. Begitu mencapai tanah, sinbad bergegas melepaskan ikatan tubuhnya,sementara tubuhnya masih gemetar ketakutan,meskipun burung itu tidak menyadari kehadiranya dan tidak melihatnya.
Lalu burung itu berjalan menjauh. Tampak nya burung itu memungut sesuatu yang mengeliat dengan cakar nya dari tanah dan terbang tinggi ke langit. Ketika sindbad memperhatikannya dengan saksama,dia menyadari bahwa burung itu telah membawa seekor ular yang sangat besar, yang di bawa burung itu terbang ke laut.
Lalu sinbad berjalan mengitari tempat-tempat itu dan mendapati dirinya berada di sebuah puncak di atas hamparan lembah yang luas dan dalam sebuah kaki gunung yang besar dan tinggi, begitu tingginya sehingga tak seorangpun mampu melihat puncaknya atau mendaki nya, dan dia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang telah dilakukannya,dengan berkata, "Mestinya aku masih tinggal di pulau itu,yang lebih baik daripada tempat terpencil ini, karena di sana paling tidak dia masih dapat memakan buah-buahan dan minum dari air sungai nya, sedangkan di tempat ini tidak ada pepohonan atau buah-buahan serta sungai."
lalu dia bangkit dan,dengan mengumpulkan kekuatanya,berjalan di lembah itu dan menyadari bahwa tanahnya terbuat dari intan dan berlian, tetapi lembah itu penuh dengan naga dan ular, yang besarnya sama dengan pohon palem,benar-benar sangat besar sehingga ia dapat menelan seekor gajah.
Ular-ular itu keluar pada malam hari dan bersembunyi pada siang hari,karena khawatir burung Rukh akan membawanya pergi dan memangsa nya. Sindbad berdiri di sana. Ketika hari semakin sore,dia berjalan di lembah itu dan mulai mencari tempat untuk bermalam. Karena takut akan ular-ular itu, dia lupa untuk makan dan minum, dan hanya memikirkan usaha untuk menyelamatkan nyawanya.
Tidak lama kemudian dia melihat sebuah gua di dekat situ. Gua itu mempunyai jalan masuk yang sempit, dan ketika masuk dia melihat sebuah batu besar terletak di pintu masuknya. Sindbad mendorong batu itu dan menutup jalan masuknya dari dalam. Tapi ketika dia memperhatikan di dalam, dia melihat seekor ular besar yang sedang mengerami telur-telurnya. Rambut sindbad berdiri saking terkejut,dan dia mengangkat kepala, menyerahkan diri pada takdir dan kehendak Illahi.
Sindbad melewatkan malam tanpa tidur, dan begitu fajar datang, dia memindahkan batu yang digunakan untuk menutup pintu masuk gua dan pergi keluar, seperti orang yang sedang mabuk, dengan kepala pusing akibat kelaparan yang amat sangat,kurang tidur,dn ketakutan.
Sindbad berjalan-jalan di lembah itu dalam keadaan begini, tiba-tiba ada seekor domba besar yang telah disemblih jatuh di hadapanya,tapi ketika dia melihat ke sekitar,dia tidak melihat siapa-siapa di sekitar tempat itu, dia merasa heran, dan dia ingat sebuah cerita dari para pedagang, wisatawan, dan pengelana bahwa pegunungan intan itu begitu berbahaya sehingga tak sorang pun dapat memasukinya, tapi para pedagang intan mempunyai sarana untuk sampai ke sana. Mereka mengambil seekor domba, lalu menyemblih, dan memotong-motong daginganya, dan melamparkanya dari puncak gunung ke lembah di bawahnya. Ketika daging itu jatuh, dalam keadaan masih segar, intan-intan itu akan melekat ke daging domba itu. Lalu mereka meninggalkanya di sana hingga tengah hari, ketika burung-burung elang dan burung hering  menukik dan menyambarnya dengan cakar-cakar mereka,dan terbang denganya ke puncak gunung. Selanjutnya para pedagang bergegas mendatangi mereka, berteriak-teriak pada mereka, dan menakut-nakuti mereka agar meninggalkan daging itu. Lalu para pedagang mendatangi daging itu,mengambil intan-intan yang melekat padanya, dan membawanya kembali ke negeri mereka. Tak seorang pun dapat memperoleh intan kecuali dengan cara ini.
Ketika sindbad melihat domba mati itu dan ingat pada cerita tersebut, dia mendekati bangkai itu dan mulai mengambil banyak sekali intan dan menyimpanya ke dalam saku-saku dan lipatan-lipatan bajunya, dan ikat pinggang, dan serta sorbanya.
Ketika dia sibuk melakukan hal itu, sebuah bangkai lain jatuh di hadapannya. Sindbad mengikatkan  dirinya padanya dengan sorban, berbaring telentang,menempatkanya di atas dadanya dan memegangnya erat-erat. Jadi bangkai itu di atas tanah. Tiba-tiba seekor elang menukik ke arahnya, menyambarnya dengan cakar-cakarnya,dan terbang tinggi ke udara denganya dan dengan sindbad yang bergantung padanya. Elang itu terus membumbung ke atas hingga ia mencapai puncak gunung dan,ketika hinggap di sana, dan hendak mencucuk daging itu, tiba-tiba terdengar suara teriakan keras dan suara bising kayu yang di pukul-pukul  dari belakang elang itu, si elang menjadi ketakutan dan terbang menjauh/
Sinbad melepasakna ikatan diri dari bangkai,dengan pakain ternoda oleh darah,da berdiri di sampingnya. Tiba-tiba orang yang berteriak pada elang tadi mendekati bangkai dan melihat sindbad berdiri di sana, tapi dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, sebab di sangat ketakutan melihat sindbad.
lalu dia mendekati bangkai, dan ketika dia membalikkannya dan tidak menemukan apa-apa padanya, dia menyuarakan teriakan keras dan berkata,"Sungguh mengecewakan! malang benar! Bagaimana ini bisa terjadi?"
Sindbad pergi mendatangi orang itu. Orang itu bertanya,"Siapakah engkau,dan apa yang membawamu ke tempat ini?"
Sindbad menjawab,"Jangan takut, karena aku seorang manusia baik-baik. Jangan khawatir,sebab kau akan menerima dariku sesuatu yang akan menyenangkanmu. Aku menyimpan sejumlah besar intan, yang semuanya lebih baik daripada yang pernah kau dapatkan, dan aku akan memberikan dalam jumlah yang banyak.
Ketika orang itu mendengar ini, dia berterima kasih pada sindbad dan mereka mulai bercakap-cakap. Para pedagang lain,yang masing-masing telah melemparkan seekor domba mati, mendengar sindbad bercakap-cakap dengan kawan mereka,mereka mendatangi sindbad.
Mereka memberi hormat pada sindbad dan mengajak sindbad bergabung bersama mereka. Sindbad ceritakan kepada mereka seluruh pengalamanya. Lalu sindbad berikan kepada pedagang,yang dombanya diikat pada tubuhnya, sebagian besar dari intan-intan itu, dan hal itu membuanya senang, dan dia berterimakasih pada sindbad, dan para pedagang itu berkata,"Demi tuhan, kau telah di beri kehidupan baru, sebab tak seorangpun datang ke tempat ini berhasil lolos dari jurang itu, tapi terpujilah Tuhan yang telah menyelamatkanmu."
Mereka melewatkan malam di tempat yang nyaman dan aman, dan sindbad bermalam bersama mereka, merasa sangat gembira karena berhasil lolos dari lembah ular dan tiba di tempat yang berpenghuni.
Ketika pagi tiba, mereka bangun dan berjalan di sepanjang punggung gunung yang tinggi itu, melihat banyak ular pada lembah di bawahnya, dan mereka terus berjalan hingga tiba di sebuah pulau yang besar dan menyenangkan dengan hutan pohon-pohon kamper, yang masing-masing dapat memberikan perlindungan pada seratus orang. Ketika seseorang ingin mendapatkan kamper, dia membuat sebuah lubang di bagian atas pohon dengan batang pelubang dan menangkap apa yang jatuh darinya. Kmaper cair yang merupakan getah pohon itu, mengalir dan selanjutnya mengeras, seperti permen karet. Setelah itu, pohon akan mengering dan menjadi kayu bakar.
Para pedagang bertukar barang dan persediaan dengan sindbad dan membayarnya untuk beberapa intan yang di bawa di saku-saku sindbad dari lembah ular
Sindbad membawa barang-barangnya, dan dia pergi bersama mereka, dari kota ke kota dan dari lembah ke lembah, berjual-beli dan menikmati pemandangan negeri-negeri asing dan apa yang telah di ciptakn Tuhan hingga sindbad sampai di Bashrah, di mana dia tinggal selama beberapa hari, lalu menuju baghdad.
Ketika dia sampai di kampungnya dan memasuki rumahnya,dengan sejumlah besar intan dan banyak sekali barang dan perbekalan, dia bertemu dengan keluargganya dan saudara-saudara yang lain dan memberi sedekah dan membagikan hadiah-hadih kepada seluruh kerabat dan teman. 

Cerita anak : Akibat Kesombongan Rajawali

Di kisah kan,pada suatu hari terlihat seekor burung rajawali yang sangat gagah. Burung rajawali itu tinggal di sebuah gunung yang tinggi. Dia adalah raja dari segala burung di gunung itu. Suatu hari seorang pemburu mencoba untuk menangkap si rajawali,dengan cara memanahnya. Tetapi upaya  pemburu itu selalu gagal,karena panah si pemburu pada saat itu hanyalah bilah kayu runcing,yang apabila di tembakkan pasti akan meleset jauh dari sasaran.
dongeng anak : akibat kesombongan rajawaliMelihat upaya sang pemburu yang selalu gagal,si rajawali tertawa terpingkal-pingkal,sambil mengejek sang pemburu. Rajawali juga sengaja melepaskan satu helai bulunya agar sang pemburu semakin marah dan panas. Bulu yang dijatuhkan rajawali itu,jatuh tepat di hadapan sang pemburu,pemburu pun mengambil bulu itu dan membawanya pulang.
Besoknya pemburu itu datang lagi. Kali ini sang pemburu meletakkan bulu rajawali,yang dia dapatkan kemarin di belakang anak panah, maksud si pemburu menaruh bulu itu di anak panahnya,tidak lain hanyalah sekedar sebagai hiasan saja. Tetapi ternyata dampak yang di timbulkan sangat luar biasa. Panah itu tidak lagi goyang karena angin. Panah itu melesat lurus ke arah rajawali. Dan Rajawali itu terpanah tepat di dadanya,yang akhirnya membuat rajawali itu mati.

Pelajaran berharga dari kisah ini:
Jangan pernah meremehkan sesuatu hal yang kecil sekalipun,karena siapa tau hal kecil yang selalu kita remehkan bisa berakibat celaka bagi kita.
Seperti yang di ceritakan dari kisah diatas Kesalahan yang dilakukan Rajawali itu adalah meremehkan sehelai bulu, dia menganggapnya main-main, ternyata bulu itulah yang menyebabkan kematiannya.

Kisah Kerajaan Bernafas Bau

Kisah kerajaan bermulut bau
ilustrasi
 Pada zaman dahulu kala, di sebuah negri di selatan cina, ada kejadian aneh, raja dan semua rakyatnya malu untuk saling berbicara dan saling berkomunikasi, karena nafas mereka sangat bau.“Apakah wabah yang sedang menyerang negeri kita ini?” tanya raja ke rakyat dan pembesar kerajaan.Tetapi pembesar kerajaan dan rakyat, hanya bisa diam tanpa kata. Mereka takut untuk berbicara karena nafas mereka semua berbau tidak sedap.
 Pada suatu hari, di dalam taman kerajaan, putri raja bersama dayang-dayangnya keluar untuk bermain-main. Mereka semua bermain tanpa mengeluarkan suara sedikit pun,karena mulut mereka semuanya berbau tidak sedap. Tiba-tiba seekor burung murai terbang dan hinggap di sebatang pohon bunga. Burung murai itu bernyanyi dengan merdu nya. Ia seolah-olah sedang ingin berbicara dengan tuan putri.Tetapi Putri raja tetap diam dan tidak menghiraukan kicauan buung murai itu.

Murai itu berkicau lagi dan mematuk-matuk bunga yang ada di dahan pohon tempat ia hinggap.

Akhirnya puteri raja pun pergi mendekat ke pohon bunga itu. Bunga kecil itu diambil dan dimakannya. Selang beberapa hari setelah tuan putri memakan bunga itu, akhirnya bau tidak sedap di mulutnya hilang,bau mulut tuan putri pun mendadak berubah menjadi harum.
Raja pun heran dan bertanya kepada tuan puteri akan rahsia puteri baginda itu. Putri itu pun akhrinya menceritakan kejadian,sa'at dia memakan bunga itu ke baginda raja.Setelah mendengar cerita dari anaknya itu, Baginda raja langsung mencoba memakan bunga kecil itu,dan selang be-berapa hari akhirnya bau mulut raja pun hilang. Sejak itulah, baginda memerintahkan rakyatnya untuk menanam dan memakan bunga kecil itu.Dan sejak itu jugalah penyakit mulut berbau tidak sedap itu hilang. Semua rakyat pun bergembira,dan tidak malu untuk berbicara lagi.Raja juga memerintahkan rakyat menanam bunga itu. Akhirnya bunga itu menjadi hasil negeri. Bunga itu dikenali dengan nama bunga cengkih.

Pesan yang dapat di ambil :
1. Jangan pernah takut mencoba sesuatu hal yang baru.
2. Selalulah mencari hal-hal baru yang berguna.

LEGENDA ASAL MULA CANDI PRAMBANAN

Zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Pengging. sang raja mempunyai seorang putera bernama Joko Bandung. Joko bandung
adalah seorang pemuda perkasa, seperti halnya sang ayah, ia juga mempunyai berbagai ilmu kesaktian yang tinggi. bahkan konon kesaktiannya lebih tinggi dari ayahnya karena Joko bandung suka berguru kepada para pertapa sakti.

Di Prambanan terdapat sebuah kerajaan, Rajanya bernama Raja Boko. sang raja mempunyai seorang puteri berwajah cantik
bernama Roro Jongrang. Raja Boko bertubuh tingggi besar sehingga sebagian besar orang menganggapnya sebagai keturunan raksasa.

Antara Kerajaan pengging dan Kerajaan prambanan terjadi peperangan. Pada mulanya Raja pengging kalah. tentara Pengging banyakyang mati di medan perang. Mendengar kekalahan pasukan ayahnya
maka Joko Bandung bertekad menyusul pasukan ayahnya. dalam perjalanan, di tengah hutan, Joko Bandung bertemu dan berkelahi dengan seorang raksasa bernama Bandawasa.

Menjelang ajal Bandawasa yang juga berilmu tinggi ini ternyata menyusup ke dalam roh Joko Bandung dan minta namanya digabung dengan pemuda itu sehingga putera Raja Pengging ini bernama Joko Bandung Bandawasa.

Joko bandung maju ke medan perang, selama berhari-hari pertarungan berlangsung, namun pada akhirnya pemuda itu dapat mengalahkan dan membunuh Prabu Boko.

Ketika Joko Bandung memasuki istana kaputren ia melihat Roro Jonggrang yang cantik jelita, Joko Bandung langsung jatuh cinta dan ingin memperisterinya, Namun Roro Jonggrang berusaha mengelak keingginannya karena Roro Jonggrang tahu bahwa pembunuh ayahnya adalaj Joko Bandung.

Namun untuk menolak begitu saja tentu
Roro jonggrang tidak berani, maka Roro
Jonggrang mengajukan syarat, ia mau
diperisteri oleh Joko Bandung asalkan Pemuda
itu bersedia membuatkan seribu candi dan dua
buah sumur yang sangat dalam dalam waktu
satu malam.

Menurut anggapan Roro Jonggrang pasti
Joko Bandung tidak mungkin dapat memenuhi
permintaan tersebut. Diluar dugaan Joko
Bandung menyanggupinya. Joko Bandung
Bandawasa yang sakti itu minta bantuan
makhluk halus. Mereka bekerja keras setelah
matahari terbenam, dan satu persatu candi
yang diminta oleh Roro Jonggrang mendekati
penyelesaian.

Melihat kejadian tersebut, Roro Jonggrang
heran karena bangunan candi yang begitu
banyak sudah hampir selesai. Pada tengah
malam sewaktu makhluk halus melanjutkan
tugas menyelesaikan bangunan candi yang
tinggal sebuah, Roro Jonggrang
membangunkan gadis-gadis desa Prambanan
agar menumbuk padi sambil memukul-
mukulkan alu pada lesungsehingga
kedengaran suara yang riuh. Ayam jantanpun
berkokok bersahut-sahutan. Mendengar suara-
suara tersebut, para makhluk halus segera
menghentikan pekerjaannya. Disangkanya hari telah pagi dan matahari hampir terbit. Permintaan Roro Jonggrang tidak dapat terpenuhi karena masih kurang satu bangunan candi. marahlah Joko Bandung, karena ulah dan tipu muslihat dari Roro Jonggrang.

Waktu itulah Bandung mendekati Jonggrang dan berkata," Jonggrang..kau ini
hanya mencari-cari alasan, kalau tidak mau
jangan mencoba mengelabuhiku, kau ini keras
kepala seperti batu!".

Seketika Roro Jonggrang berubah menjadi
arca batu besar. Demikian pula para dara yang
tinggal di desa Prambanan mendapat kutukan
dari Bandung Bandawasa, tidak laku kawin
sebelum mencapai usia tua.

Candi yang dibuat makhluk halus meskipun
jumlahnya belum mencapai seribu disebut
candi sewu yang berdekatan dengan candi
Roro Jonggrang. Maka candi Prambanan
disebut juga candi Roro Jonggrang.

KETIKA si KANCIL MAKAN SINGA

Pada suatu hari si kancil sedang berjalan melewati padang rumput yang luas.
Dia bosan dengan suasana hutan dan ingin mencari udara segar.
Suasana padang rumput yang luas dan terbuka memberi suasana baru bagi fikiran kancil yang sedang penat.

Di sana kancil banyak bertemu kawan-kawan baru yang selama ini jarang
dia temui di dalam hutan. Ada banteng,kudanil,jerapah,rusa,dan masih banyak hewan-hewan lainya
yang hidupnya di alam terbuka.

Tak terasa hari sudah mulai sore,si kancil pun berniat pulang ke
rumahnya di dalam hutan.
Di sepanjang jalan kancil bernyanyi riang untuk mengisi waktu dan
mengusir jenuhnya perjalanan,karena perjalanan ke rumah bukanlah jarak yang dekat.

Hari itu si kancil mendapat banyak pengalaman baru dan teman-teman baru,hingga membuat kancil merasa gembira akan kunjunganya kali ini. Tapi sungguh sial bagi si kancil,ketika dia sampai di pinggir hutan dia bertemu dengan singa.

Tanpa menunggu aba-aba,dengan reflek si kancil berlari untuk menjauh
dan menyelamatkan diri masuk ke dalam hutan.
Tentu saja singa tak tinggal diam,dia pun mengejar kancil dan
mengikutinya masuk ke dalam hutan.
Tapi karena singa biasa hidup dan berburu di area padang rumput,dia
sedikit kualahan mengejar kancil di dalam hutan.
Banyaknya semak dan akar membuat singa sedikit terhambat,tapi
sebaliknya bagi kancil.Karena biasa hidup dalam hutan,dia tahu benar
seluk beluk hutan itu. Hingga si kancil tak kesulitan untuk berlari dengan bebas.

Akhirnya tibalah si kancil pada sebuah kolam yang sangat jernih,hingga
dia bisa bercermin di atasnya.
Karena rasa lelah setelah berlari,si kancil pun beristirahat di situ.

''Ah..istirahat dulu.Mungkin singa itu sudah tak mengejar ku lagi.Dia
tak terbiasa masuk hutan,mungkin dia sudah menyerah lalu kembali ke
padang rumput''.Gumam kancil dengan nafas ngos-ngosan.

Tapi baru beberapa saat kancil beristirahat,tiba-tiba singa itu datang.

"Hai mahluk kecil,mau lari kemana lagi kau.Kau ini makanan jenis
apa?Banteng bukan,karena kau tak punya tanduk.Rusa juga bukan,karena
ukuran tubuh mu
terlalu kecil untuk ukuran rusa.Tapi tak apa lah..aku sedang
lapar,paling tidak kau bisa sedikit mengganjal perut
ku. hahaha..ggrrrrrr''.Kata singa sambil menggeram.

Tentu saja si kancil terkejut dengan kedatangan singa yang
tiba-tiba,kancil sama sekali tidak siap.
Tapi kancil teringat dengan air kolam tadi,dan kini dia punya ide
untuk mengusir singa itu.

''Hai singa..kau tak kenal aku?Sungguh nyali mu besar sekali berani
mengikuti ku sampai tempat ku ini,sudah bosan hidup kau?''.Kata si
kancil menggertak.

Mendengar ucapan kancil,singa pun terkejut.Rasa penasaran muncul di
benaknya,karena baru kali ini ada mahluk sekecil si kancil berani
menggertaknya.

''Kurang ajar..!!Berani sekali mahluk kecil seperti mu mengancam
aku.Kau tak kenal siapa aku?Aku adalah raja hutan penguasa padang
rumput..''.Kata singa geram.
''Hah..aku kasihan kepada mu.Kau sangat bodoh sekali.Aku tadi lari
bukan karena aku takut pada mu,tapi aku memang sengaja memancing mu ke
sini...tempat makan favorit ku''.Kata si kancil dengan tenang.
''Kasihan?Bodoh?Tempat makan?Apa maksud mu?''.Tanya singa
penasaran,mulai timbul rasa takut di hatinya.
''Maksud ku..kau tertipu dengan penampilan ku.Banyak sudah singa-singa
seperti mu mati ku makan.Mereka tertipu dengan tubuh kecil ku,dan
mengejar ku sampai tempat ini.Tapi sial bagi mereka..bukanya aku yang
mereka makan,malah sebaliknya mereka yang ku makan''.Kata kancil
meyakinkan.
''Hah..kau bohong..!! Binatang kecil seperti mu pasti hanya bersiasat
untuk menipu ku,agar kau tak jadi ku makan.. ''.kata singa.
''Aku tak bohong,aku hanya kasihan saja pada mu.Tapi karena aku sedang
baik hati,aku beri kau kesempatan.Aku memakan singa-singa yang lain
dan mengumpulkan kepala mereka di dalam lubang itu''.Kata kancil
menunjuk ke arah kolam.
''kau ku beri satu kesempatan untuk membuktikan sendiri,tengoklah ke
dalam lubang itu.Maka kau akan melihat kepala singa di dalamnya..tapi
jangan lama-lama,keburu kesabaran ku hilang''.Kata si kancil lagi.

Karena penasaran,singa pun menengok ke arah kolam.
Dan ketika singa itu melihat ke dalam kolam,dia melihat pantulan dari
dirinya sendiri.
Tapi karena dia hanya menjulurkan kepalanya saja untuk melihat ke
dalam kolam,maka dia hanya melihat kepalanya saja.
Sehingga dia mengira bahwa kepala singa yang ada di dalam kolam itu
adalah korban-Korban si kancil seperti kata si kancil.
Kontan saja singa itu berlari ketakutan menuju ke arah padang
rumput,meninggalkan si kancil yang hanya bisa tertawa geli melihat
singa yang ternyata bisa juga termakan tipu dayanya.
Nah adek-adek yang manis,hikmah yang bisa kita petik adalah..

Tak selamanya yang kuat itu selalu menang,karena banyak kejadian yang
membuktikan...kekuatan selalu kalah melawan akal.
Jadi..belajarlah menggunakan kecerdasan dan akal dari pada otot,karena
dengan akal...kalian bisa menemukan solusi tanpa harus menggunakan
kekerasan..oke? hehehe.. ''^_^''

KISAH HERCULES DAN ANJING NERAKA

Kisah hercules adalah salah satu kisah yang melegenda di antara kisah-kisah kerajaan yunani kuno.Hercules di ceritakan sebagai manusia peranakan dewa zeus.Ibunya adalah seorang manusia sedangkan ayahnya adalah pimpinan dari para dewa,yaitu dewa petir zeus.

Walaupun hercules lahir sebagai manusia,dia juga mewarisi kekuatan para dewa karena darah keturunan ayahnya, dia mempunyai kelebihan yaitu mempunyai kekuatan yang sangat besar diatas manusia normal.

Karena kesalahanya di masa lalu, hercules di hukum para dewa untuk melaksanakan tugas yang di berikan oleh raja Eurytheus, pamannya sendiri. Raja eurytheus sangat membenci hercules karena takut hercules akan merebut tahtanya. Maka raja Euretheus memanfaatkan hukuman hercules dengan memberi nya tugas-tugas yang sangat berat dan berbahaya,dengan harapan hercules akan binasa.

Tapi raja Eurytheus harus selalu menelan kekecewaan,sudah 9 tugas yang di laksanakan hercules semua berhasildengan baik. Dari menangkap babi hutan erymanthus yang berukuran raksasa dan hobi memakan manusia. Menangkap ceryneia rusa bertanduk emas dan berkuku perak yang dapatlari secepat angin. Mengusir burung raksasa yang memiliki paruh,sayap,serta bulu dari tembaga yang tajam seperti anak panah. Dan masih banyak petualangan yang telah di lalui hercules,hingga pada ahirnya tinggal satu tugas terahir.

"Hercules keponakan ku, kau telah berhasil memenuhi semua permintaan ku. Ikat pinggang Hyppolita dan apel emas jupiter yang di jaga oleh para hesperides pun telah berhasil kau persembahkan pada ku. Sekarang tinggal tugas terahir dari ku yang harus kau lakukan..". Kata raja Eurytheus pada hercules.

"Sekarang tugas apa yang harus aku lakukan paman?".Tanya hercules. "Aku ingin sekali melihat anjing penjaga gerbang neraka,Cerberus yang di miliki pluto. Aku ingin kau menangkap dan membawa anjing cerberus itu dan membawanya ke hadapan ku". Kata Eurytheus.Dia tahu bahwa ini adalah tugas yang sangat mustahil dan hercules pasti akan binasa.

Sedang cerberus sendiri adalah anjing raksasa berkepala tiga dan dapat menyemburkan api,jika satu kepala di potong maka akan tumbuh dua kepala dari bekas potongan tadi.Maka tak heran jika anjing ini layak di jadikan penjaga gerbang neraka,kerajaan dewa pluto. Tapi hercules menyanggupi permintaan pamanya yang mustahil ini.


Hercules pun pergi ke kerajaan dewa pluto untuk meminta izin meminjam dan membawa cerberus bersamanya.Karena tak pantas tentunya jika dia mengambil peliharaan seorang dewa tanpa meminta izin,itu adalah suatu hal yang sangat lancang.
Karena sikap hercules yang rendah hati,dewa pluto pun memberi izin pada hercules.
Tapi syaratnya hercules harus menangkapnya sendiri tanpa membawa senjata apapun alias tangan kosong.Dan hercules menyanggupinya.


Hercules pun pergi menuju gerbang neraka di mana ciberus berada.
Pertarungan sengit terjadi.Ciberus yang berukuran raksasa dan selslu menyemburkan lidah api membuat hercules kualahan,apa lagi dia harus melawanya dengan tangan kosong.
Hingga pada suatu waktu hercules dapat melompat menaiki punggung cerberus dan menangkap pangkal leher ketiga kapala cerberus,tentu saja cerberus meronta dan berusaha melepaskan diri.
Tapi cengkeraman hercules yang sangat kuatmembuat perlawanan cerberus sia-sia dan ahirnya menyerah pada hercules.
Lalu cerberus pun mengikuti hercules dengan patuh dan pergi menghadap raja Eurytheus.
Melihat cerberus yang datang bersama hercules,raja Eurytheus pun menjadi sangat ketakutan dan bersembunyi di balik kursi tahtanya.

"Bawa pergi binatang itu hercules..!! Pergi lah..kini kau bebas,tugas mu telah usai.Segera singkirkan binatang menyeramkan itu dari hadapan ku..!!".Teriak raja Eurytheus ketakutan.

Ahirnya tugas hercules pun usai,dia mengembalikan cerberus pada pluto.
Kemudian setelah itu hercules pergi mengembara,berkeliling dunia melakukan petualangan-petualangan yang mengagumkan dan menyelamatkan siapa pun yang butuh pertolongan...


Nah adek-adek ku yang manis,hikmah yang bisa di ambil dari kisah ini  adalah...
Jadilah orang yang rendah hati,karena sifat rendah hati akan membuat orang lain menghargai mu.Contohlah sifat rendah hati hercules,meski dia memiliki kekuatan yang luar biasa,dia selalu rendah hati dan menolong pada sesama..
Oke adek-adek?
Hehehe...   "^_^"d

PETUALANGAN SINBAD DI PULAU MISTERIUS



Kisah tentang Sinbad si pelaut adalah salah satu kisah yang terkenal di antara kisah-kisah 1001 malam.Konon kisah Sinbad ini terjadi pada masa pemerintahan sultan harun arrasyid di negri bagdad.Sinbad adalah anak seorang pedagang besar di masa itu yang sangat kaya raya.Sewaktu Sinbad masih kecil,ayahnya meninggal dunia,sehingga dia mewarisi semua harta kekayaan ayahnya yang sangat banyak dan berlimpah.

Karena usianya yang masih sangat muda di waaktu itu,dia pun menggunakan hartanya untuk sekedar bersenang-senang dan berfoya-foya.Lambat laun harta kekayaan yang dia miliki pun semakin habis,hanya tersisa beberapa rumah dan beberapa bidang tanah.Untungnya Sinbad mulai menyadari kesalahanya,sebelum semuanya hartanya habis dia pun berniat untuk bekerja dan mulai meninggalkan kehidupan berfoya-foya.

Dia pun menjual semua harta yang dia miliki dan berniat untuk pergi berdagang.Setelah terkumpul uang sebanyak 3000 dirham,dia pun berangkat ke kota basrah.Dari kota basrah…Sinbad ikut berlayar pada sebuah kapal.Sinbad berlayar berhari-hari,singgah dari pulau ke pulau untuk melakukan pertukaran dan jual beli.

Hingga pada suatu hari tibalah Sinbad pada sebuah pulau yang sangat indah, di situ kapten berlabuh, membuang sauh, dan mengeluarkan papan untuk mendarat. Para penumpang yang terdiri dari para pedagang pun turun ke pulau itu. Ada yang mencuci, ada yang memasak, dan ada juga yang sekedar berjalan-jalan melihat pemandangan sekeliling pulau. Dan Sinbad adalah salah satu yang ikut berkeliling. Pulau itu memang sangat indah,butiran pasir putih mengelilingi sekitar pantai,dan pohon-pohon yang hijau tumbuh di atas pulau. Membuat decak kagum bagi tiap orang yang melihatnya.

Tapi belum berapa lama mereka berkeliling,tiba-tiba terdengar kapten kapal berteriak.
“hai kalian semua…cepat naik ke kapal!! Pulau yang kalian singgahi ini akan segera tenggelam..segera selamatkan diri kalian..!!!”.Teriak kapten dari atas kapal.
Ternyata benar,pulau yang di singgahi Sinbad itu tiba-tiba bergerak.Semakin lama-semakin tenggelam.

Para awak dan penumpang kapal pun berlarian naik ke atas kapal. Mereka membawa sebagian barang berharga yang sempat mereka bawa,sedangkan orang-orang yang jauh dari kapal tak seberuntung mereka.Karena tak sempat menjangkau kapal,mereka pun tenggelam bersama pulau itu.
Ternyata pulau itu bukanlah sebuah pulau seperti yang mereka kira.Tapi pulau itu adalah punggung sebuah ikan paus yang sangat besar,karena lama berdiam hingga terbungkus pasir dan pohon-pohon tumbuh di atasnya.Karena panas api yang di nyalakan para pedagang untuk memasak di atas ikan itu,membuat ikan itu terbangun dan bergerak.Hingga membuat semua yang ada di atasnya ikut tenggelam bersamanya.

Tapi Allah berkehendak lain,ketika Sinbad sudah hampir tenggelam…ada papan yang biasa di gunakan untuk mencuci yang hanyut di depanya.Segera dia menjangkau papan itu dan berpegang erat padanya.Sedang kapal yang tadi dia tumpangi telah berlayar menjauh.Sinbad berusaha berteriak memanggil,tapi karena suasana malam yang gelap dan suara gemuruh pulau yang tenggelam membuat suaranya tak dapat di dengar oleh kapten kapal.Ahirnya Sinbad pun mulai mengayuh dengan tanganya,dia terayun ombak ke kanan dan e kiri tanpa daya.Tapi Sinbad masih bersyukur,karena nasibnya lebih beruntung dari pada teman-temanya yang tenggelam karena tak sempat menyelamatkan diri.

Setelah sehari semalam lamanya dia terombang ambing di lautan,ahirnya kerena bantuan angin dan gelombang Sinbad terdampar di sebuah pulau.Sinbad segera merangkak ke pinggir pantai,kakinya telah bengkak dan mati rasa.Terlihat ada bekas gigitan–gigitan ikan di sekitar kakinya.Dengan tenaga yang tersisa,Sinbad terus merangkak mencapai ke atas daratan.Setelah dia sampai di bawah sebuah pohon,Sinbad pun beristirahat di situ.Karena rasa lelah dan tenaga yang terkuras,ahirnya Sinbad pun pingsan di bawah pohon itu.Dia pingsan hampir sehari lamanya,setelah dia sadar…dia pun mencari makanan dan minuman untuk memulihkan tenaganya.Karena kakinya masih bengkak,dia pun berkeliling pulau dengan merangkak dan kadang menyeret kakinya.Untungnya pualau itu di penuhi pohon-pohon yang berbuah lebat.

Jadi Sinbad tak terlalu kesulitan untuk mencari makanan,sedangkan untuk minum Sinbad cukup minum dari air sungai yang mengalir dengan jernih di sekitar pulau.Sinbad hidup dengan keadaan begini selama beberapa hari.Setelah keadaanya pulih,Sinbad pun berjalan berkeliling pulau.sewaktu dia tiba di pinggir pantai,dia melihat ada seekor kuda yang sangat indah di ikat di pantai itu.
Karena rasa penasaran,Sinbad pun menghampiri kuda itu.Karena terkejut dengan kedatangan Sinbad,kuda itu pun meringkik-ringkik.Tiba-tiba dari kejauhan Sinbad melihat seorang lelaki berlari dengan memukul-mukul perisai besi yang dia bawa dengan pedangnya.Tapi setelah melihat Sinbad yang ada di samping kudanya,pria itu menghentikan perbuatanya dan kemudian menghampiri Sinbad.

“Ku kira tadi tuan adalah kuda laut,maka saya memukul-mukul tampeng dengan pedang untuk mengusirnya.Tapi ternyata tak seperti dugaan saya…kalau boleh tahu,siapakah tuan ini dan bagai mana bisa sampai di tempat ini?”.Tanya lelaki itu kepada Sinbad.

Lalu Sinbad pun menceritakan keadaan yang telah menimpa dirinya dari awal sampai ahirnya dia sampai di tempat itu.Lelaki itu pun mendengarkan semua cerita Sinbad dengan rasa kagum dan heran dengan apa yang telah di alami Sinbad.

“Masya allah….sungguh maha besar allah yang telah menyelamatkan tuan dari bahaya yang membinasakan itu..”.Kata lelaki itu.

Lalu lelaki itu pun mulai bercerita,bahwa dia adalah salah satu orang yang tersebar di pulau ini.
Dia adalah salah satu pelayan perawat kuda raja mihrajain.Setiap bulan enam pada bulan purnama,dia dan kawan-kawanya datang ke pulau itu dengan membawa kuda-kuda betina terbaik.Lalu kuda-kuda itu akan di ikat di pantai kemudian mereka akan bersembunyi,setelah malam tiba..kuda laut jantan yang gagah dan besar akan keluar dan mendatangi kuda-kuda yang mereka ikat untuk kawin.Setelah kuda laut itu selesai,dia akan berusaha membawa serta kuda betina agar mau ikut bersamanya.Tapi karena posisinya di ikat,tentu saja kuda betina itu hanya bisa meringkik-ringkik saja.

Dan di saat mereka mendengar ringkikan kuda,maka mereka akan berlari menghampiri dengan memukul-mukul tameng dengan pedangnya untuk menakut-nakuti kuda laut agar pergi menjauh.
Dan kuda betina yang telah di kawini oleh kuda laut tadi akan di bawa pulang kembali ke negri mereka dan melahirkan anak kuda yang baik dan berharga sangat mahal.Ahirnya Sinbad pun ikut menumpang kapal dan pergi ke negri mereka.Sinbad pun di hadapkan kepada raja mihrajain dan menceritakan semua kisah yang di alaminya.Raja mihrajain pun terkagum-kagum dan menaruh simpati pada nasib yang menimpa Sinbad.Ahirnya Sinbad pun di angkat oleh raja mihrajain sebagai pengawas pelabuhan,siapa tahu dia bisa bertemu dengan kapal yang membawa barang-barang daganganya.

Sudah hampir satu bulan Sinbad menjadi pengawas pelabuhan,dia hampir putus asa untuk bisa menemukan kapal yang membawanya dulu.Hingga pada suatu hari ada sebuah kapal yang singgah di pelabuhan,seperti biasa Sinbad melakukan tugasnya sebagi pengawas pelabuahn mengecek barang-barang apa saja yang di bawa kapal itu.Sinbad pun menemui kapten kapal untuk menemaninya mengawasi tiap barang yang di keluarkan dari kapal.

“Apakah hanya itu saja? Tak ada lagi barang yang ada di dalam kapal?”.Tanya Sinbad.
“Tidak…masih ada beberapa barang lagi di dalam kapal.Tapi barang itu adalah milik seorang saudagar yang berlayar bersama kami tapi dia tenggelam karena musibah yang menimpa rombongan kami.Jadi kami bermaksud mengembalikan barang-barang itu pada keluarganya yang ada di bagdad”.Jawab kapten kapal itu menjelaskan.
“Memangnya siapa nama saudagar yang tenggelam itu?”.Tanya Sinbad penasaran.
“Namanya adalah Sinbad..”.Jawab sang kapten.

Mendengar jawaban kapten,Sinbad pun terkejut.Dia pun mulai menyelidik dan memperhatikan wajah si kapten dengan seksama.Ternyata kapten itu adalah pemimpin kapal yang dulu pernah dia naiki.
“wahai kapten..akulah orang yang tuan maksud..aku lah Sinbad…”.Kata Sinbad.
“Ah…kau tidak mungkin dia.kau hanya orang yang mengaku-ngaku jadi dirinya setelah mendengar barang berharga yang telah aku ceritakan.Kau hanya orang yang ingin mengembil harta itu tanpa hak..”.Kata kapten dengan tegas.

Lalu Sinbad pun menjelaskan kisahnya pada si kapten,dari tiap barang apa saja yang dia bawa dikapal,tentang masalahnya dengan si kapten yang hanya di ketahuai dirinya dan kapten untuk meyakinkan si kapten.
Setelah mendengar semua cerita dari Sinbad dan melihat wajah Sinbad dengan seksama,ahirnya si kapten pun mengenali Sinbad dan mempercayainya.Lalu si kapten pun mengajak Sinbad masuk ke kapal untuk memeriksa barang-barangnya,dan ternyata barang-barangnya tetap utuh tanpa kurang suatu apapun.

Lalu Sinbad pun mengajak kapten kapal menemui raja dengan membawa barang-barang berharganya sebagai hadiah untuk membalas kebaikan raja.Dan karena Sinbad sangat di percaya dan di sayang oleh raja,raja pun membalas hadiah Sinbad dengan lebih banyak hadiah-hadiah yang sangat berharga.Lalu sinbad pun berpamitan pada raja untuk ikut kembali berlayar,dengan berat hati sang raja pun melepas kepergian Sinbad.

Dalam perjalanan pulang,Sinbad menjual semua barang-barang hadiah dari raja dan mendapatkan untung yang sangat banyak.Hingga Sinbad pulang membawa harta benda yang banyak.Dan ahirnya Sinbad menjadi seorang saudagar kaya dan terkenal di bagdad…
 Tapi…petualangan Sinbad masih berlanjut,tapi mungkin di sambung lagi di lain kesempatan..  “^_^”

Nah adek-adek yang manis,hikmah yang bisa di ambil adalah…
Jika kita bersikap jujur,maka di mana pun kita berada kita akan di percaya dan mudah dalam mencari pertolongan..

NOTE: Assalamu’alaikum sobat semua..ini adalah posting pertama saya di kampung halaman.Al hamdu lillah saya tiba di kampung dengan selamat dan lancar dalam perjalanan,tentunya dengan bantuan do’a dari sobat semua.Saya ucapkan terima kasih.hehehe..
Ini adalah cerita dari koleksi buku-buku yang saya punya,cerita Sinbad ini terdiri dari beberapa kisah petualangan yang nantinya akan saya sambung lagi karena tak mungkin saya tulis dalam satu posting.
Dan do’akan saja agar saya bisa membeli buku-buku lainya agar bisa saya share di sini untuk memperkaya koleksi cerita dalam blog ini.Yah kita saling mendo’akan saja lah agar rizki kita sama-sama lancar dan saling member manfa'at satu sama lain.Dulu saya punya banyak koleksi buku-buku yang bisa di bilang limited edition karena saya sangat hobi membaca,tapi semenjak saya tingal merantau buku-buku saya banyak yang hilang karena tak terawat.Hingga hanya tersisa dua buku saja.Yah insya allah jika bulan depan saya di izinkan mendapat rizki payout dari kliksaya,saya kan coba mencari koleksi cerita dan dongeng yang baru lagi.Tapi kalau bulan ini kayaknya belum deh sob..hehehe...
Akhirul kalam wassalamu’alaikum wr.wb..   "^_^"

DONGENG si KANCIL DAN KUDA YANG ANGKUH

Mendung masih bergelanyut manja di kolong langit. Pucuk-pucuk dedaunan
masih basah membekas sisa-sisa hujan bagai butiran mutiara.
Sore itu si kancil berjalan di perbatasan hutan. Dia dalam perjalanan
pulang setelah seharian berkeliling hutan menikmati rumput-rumput yang
segar.
Dari kejauhan si kancil melihat kuda yang berlari dengan kencang.
Helai-helai bulu bak rambut yang tumbuh di bagian atas lehernya
tergerai tersapu angin,membuat kuda itu tampak sangat gagah dan
menakjubkan.
Kuda itu terus berlari menghampiri si kancil. Dengan kencangnya dia
melewati si kancil dan menginjak kubangan air di dekat si kancil
hingga air itu muncrat mengenai si kancil yang terkejut.

"Hai kuda..!! Hati-hati kalu berlari. Lihat jalan dong...!!". Teriak kancil.

Merasa dirinya di tegur,kuda itu pun berhenti dan menghampiri si kancil.
"Memangnya kenapa? Ini kan jalan umum,jadi bebas dong!". Kata si kuda membantah.
"Iya.. Tapi lihat-lihat juga pengguna jalan yang lain. Jangan
cepat-cepat kalau lari,ini kan bukan jalan punya nenek moyang mu..".
Kata si kancil sedikit jengkel.
"Lho..memangnya apa urusan mu? Aku mau lari kencang atau tidak,itu kan
hak ku. Paling-paling kau cuma iri karena tak bisa lari secepat aku.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa akulah hewan tercepat di seluruh hutan
ini,bahkan harimau dan singa pun tak sanggup mengalahkan
ku..hahaha..". Kata kuda dengan sombongnya.

Merasa dirinya di hina,si kancil pun merasa tertantang. Lalu timbulah
niat nekat di fikiranya...

"Wah..siapa bilang aku akan kalah oleh mu? Kalau kau memang
berani,bagai mana kalau kita adakan lomba lari buat pembuktian".
Tantang si kancil.
"Wah...baik. Siapa takut? Sudah pasti aku yang akan menang..hahaha
Kapan dan di mana tempatnya? Silah kan kamu yang pilih..". Kata si
kuda semakin angkuh.
"Besok sore..di bukit tengah hutan. Siapa yang bisa lebih dulu sampai
di atas bukit,dialah pemenangnya..". Jawab kancil.
"Baik..sampai ketemu besok sore. Dasar kancil pecundang..hahaha...".
Kata kuda sambil berlari meninggalkan kancil.

Esoknya pagi-pagi sekali kancil sudah datang ke bukit. Dia berlatih
dan berusaha mempelajari medan perlombaan.
Sedangkan si kuda seharian tidur dengan bermalas-malasan.
Dia tidak berlatih karena sudah yakin dengan kecepatan yang dia
miliki,dia pasti yang akan jadi pemenangnya.


Ahirnya waktu sorepun tiba. Si kuda datang dengan membawa serta
teman-temanya,tujuanya untuk mengejek kancil ketika dia menang nanti.
Dan teman-teman kancil pun juga datang,mereka ingin memberi dukungan
dan semangat untuk si kancil agar berusaha dan tak gampang menyerah.

Perlombaan pun ahirnya di mulai. Dengan kecepatan yang dia miliki,si
kuda memimpin pada awal pertandingan.
Tapi ketika sampai di tengah perjalanan,keadaan mulai berubah.
Jalanan hutan yang penuh ranting pohon dan semak belukar membuat si
kuda kesulitan berlari,hingga larinya jadi melambat.
Sedangkan si kancil yang telah tau medan karena giat berlatih tak
merasa kesulitan sama sekali.

Dengan tubuhnya yang kecil tapi gesit dan lincah,si kancil dapat
menghindari ranting dan menerobos semak belukar dengan mudah.
Dan ahirnya si kancil dapat memenangkan lomba itu karena kegigihan dan
semangatnya untuk berlatih.
Sedangkan si kuda yang tau bahwa dirinya kalah oleh si kancil,hanya
dapat tertunduk dan merasa sangat malu pada kata-kata sesumbarnya
sendiri.
Dan mulai saat itu,si kuda tak berani menyombongkan diri lagi...


Nah adek-adek yang manis,hikmah yang dapat kita petik adalah...


Jangan pernah merasa sombong dan merasa cukup dengan apa yang kita bisa.
Sehebat apapun dan sepintar apapun kita dalam suatu hal,jangan pernah
malas dan berhenti untuk terus belajar.
Karena keberhasilan itu harus di raih dengan usaha dan kerja
keras,bukan di dapat dengan instan...
Jadi...jangan pernah lupa untuk tetap belajar ya.
Apa lagi kalau pas lagi ada ujian,walau kamu udah merasa pintar...tak
akan menjamin kamu tak akan gagal tanpa adanya belajar. Oke..?
Hehehe... "^_^"

HIKAYAT SAPI DAN KERBAU

Sewaktu saya kecil,bapak saya pernah mendongengkan kisah tentang sapi dan kerbau.Sebuah cerita rakyat jawa tengah yang menceritakan ASAL MULA KULIT SAPI BERWARNA PUTIH SEDANGKAN KERBAU BERWARNA COKLAT KEHITAMAN.Ingin tau bagai mana kisahnya? Nah...ceritanya begini...

Al-kisah pada zaman dahulu kala sapi dan kerbau adalah sahabat karib. Pada masa itu sapi mempunyai kulit berwarna hitam kecoklatan,sedangkan kerbau berkulit putih.

Pada suatu hari...datang seorang pendatang di padang rumput tempat para sapi dan kerbau tinggal, hewan itu adalah banteng. Dengan tanduk yang besar dan runcing serta warna kulit hitam gelap membuatnya tampak sangat gagah.Sehingga membuat para sapi dan kerbau betina sangat mengaguminya.

Dengan cepat "kabar angin" tentang kegagahan banteng tersebar ke penjuru padang rumput. Sehingga banteng menjadi "buah bibir" di kalangan para sapi dan kerbau betina. Sapi tak terlalu memperdulikan akan kabar itu,karena dia mensyukuri karunia yang di berikan tuhan padanya.

Tapi tak begitu dengan si kerbau,dia merasa iri dan cemburu pada si banteng.
"Huh..apa hebatnya si banteng itu?padahal aku tak jauh beda dari dia.Tanduk ku juga besar dan runcing,badan ku juga gagah..cuma beda warna kulit saja..".Gerutu si kerbau dalam hati.

"hmm..mungkin saja jika warna kulit ku hitam,aku bisa lebih gagah dari si banteng,dan aku akan ganti jadi terkenal.Kalau begitu, aku ada ide untuk menipu sapi agar mau bertukar kulit dengan ku.hahaha...". Mulai timbul fikiran licik di otak si kerbau.

Ahirnya si kerbau pun menemuai si sapi yang waktu itu sedang berendam
di sungai.Si kerbau pun mulai membujuk dan merayu sapi agar mau
bertukar kulit.Tapi si sapi tak mau karena dia sudah merasa mensyukuri
apa yang dia miliki.

Tapi si kerbau tak mau menyerah..sampai dia merengek rengek dan
memohon atas nama persahabatan pada si sapi.
Karena terus di desak dan merasa kasihan,si sapi pun ahirnya mau.Tapi
si kerbau harus berjanji setelah mereka bertukar kulit,kerbau harus
mensyukuri apapun yang dia miliki dan tak menyesali tiap hal yang dia
minta sendiri.Tanpa fikir panjang karena terbawa nafsu,si kerbau pun
menyanggupi.

Dan ahirnya mereka bertukar kulit,si sapi jadi berwarna putih sedang
kerbau berwarna hitam kecoklatan.

Tapi setelah bertukar...ternyata kulit sapi terlalu kecil untuk ukuran
tubuah kerbau yang kekar dan besar,sehingga kulit itu terasa
sesak,terlalu ketat,dan membuat kerbau tak nyaman.
Sedangkan kulit kerbau yang di pakai sapi ternyata kebesaran,bahkan
bagian leher terlihat menggelambir dan terasa longgar.Sehingga membuat
sapi merasa sejuk dan bebas bergerak.

Tapi karena merasa kurang nyaman dengan kulit barunya,si kerbau pun
kembali mengajak untuk bertukar kulit,tapi si sapi tidak mau lagi
karena sebelumnya si kerbau telah berjanji.
Berulang kali si kerbau merengek dan merayu untuk bertukar lagi,tapi
si sapi tetap tak mau.
Bahkan taip bertemu di manapun dan kapanpun,si kerbau tetap berusaha
membujuk.Tapi si sapi selalu bilang "tidak mau".


Nah itulah alasan yang menjelaskan kenapa kulit sapi terlihat longgar
dan menggelambir di bagian leher.
Dan alasan yang menjelaskan kenapa sapi bersuara "mooohhh" yang dari
bahasa jawa (bahasa jawa kasar) "emoh" yang artinya "tidak mau".

Nah adek-adek yang manis,hikmah dari kisah ini adalah...

Jangan suka iri pada apa yang di miliki oleh orang lain.Syukuri apa
yang sudah kalian miliki.Dan jangan suka terburu nafsu dalam mengambil
keputusan,fikirkan dulu dengan bijak akibat yang akan kalian tanggung
di belakang hari.oke..? :)
Back to top