Cara menerapkan aturan yang baik pada anak di rumah

Cara menerapkan aturan yang baik pada anak di rumah
Memiliki suasana rumah yang bersih dan harmonis merupakan kebanggaan tersendiri bagi setiap keluarga.  Apalagi saat mereka memiliki seorang anak yang sangat menerapkan kebersihan pasti akan membuatnya merasa senang, tapi kebanyakan seorang anak kecil akan memiliki  berbagai macam  daya motorik yang tinggi yang bisa membuatnya ingin bermain dimanapun. Hal itulah yang membuatnya ingin menghiasi rumah dengan hal yang telah dibawanya,  padahal hal seperti itu tentu akan membuat rumah jadi kotor dan tidak terlihat bersih kembali.

Itu merupakan salah satu alasan mengapa banyak dari orang tua yang berusaha menerapkan berbagai macam aturan pada anak mereka walaupun anaknya masih kecil, dan seringkali berbagai macam aturan tersebut tidak berhasil dengan apa yang telah diinginkan dari seorang orang tua.  Hal itu tentu dikarenakan anak yang tidak bisa menerima arahan dari orang tua, karena anak akan cenderung memiliki keinginan bermain yang sangatlah tinggi. Maka anda perlu beberapa cara terbaik dalam menerapkan aturan yang baik pula pada anak didalam rumah, agar keluarga anda bisa nyaman  dan tenang berada di dalam rumah,  akan tetapi berbagai macam aturan yang akan anda buat haruslah mengandung peran dan tanggung jawab.

Berikut cara menerapkan aturan yang baik pada anak di rumah :


1.  Buat kesepakatan bersama aturan yang diterapkan pada anak
 Dengan hal seperti ini akan bisa memberikan pelatihan untuk anak agar terbiasa diskusi dan juga mengetahui seperti apa kemauan sang anak untuk menerapkan sebuah aturan di dalam rumah, dan dengan menerapkan aturan yang sesuai untuk anak akan bisa membuat anak menerima aturan yang telah kita arahkan kepada mereka.

2. Saat ada sanksi, harus diarahkan pada perbaikan tindakan pada anak
Saat anak melakukan beberapa kesalahan seperti halnya memukul adiknya, maka berikanlah  hukuman yang telah anda Arahkan pada perbaikan tindakan pada anak Anda dan jangan berikan hukuman yang akan memperkeruh kondisi anak anda.

3.  Jangan menunda sanksi agar anak segera mengoreksi tindakan yang belum benar
Saat anak memang telah melakukan kesalahan dan haruslah mendapatkan sanksi, maka berikanlah sanksi saat itu juga, sebab saat Anda menunda sanksi yang akan Anda berikan pada anak maka anak tidak akan bisa mengoreksi tindakan yang belum benar pada dirinya, dan dengan memberikan sanksi yang baik  dengan cepat dan tepat akan membuat anak bisa mengoreksi dan memperbaiki tindakan yang salah tersebut.

4. Berikanlah penguatan dengan pujian ketika aturan selalu dilaksanakan oleh anak dengan baik
Saat anda memberikan sanksi pada anak yang melakukan kesalahan, maka anda pun juga harus memberikan pujian saat anak telah melaksanakan aturan dengan baik,  dengan memberikan pujian akan bisa membuat anak semangat dalam mematuhi aturan yang sudah dibuat dan disepakati pada keluarga anda. Dan untuk menanamkan sikap solidaritas dan kekeluargaan ada juga bisa memberikan semacam Perlombaan di rumah untuk mematuhi peraturan.

5. Konsisten dengan aturan yang telah disepakati bersama anak anda
Mungkin Anda harus berkonsisten dengan aturan yang telah dibuat,  walaupun terjadi beberapa hambatan yang dianggap tidak memungkinkan, namun aturan tersebut haruslah tetap berjalan dan dilaksanakan dengan baik agar hal ini bisa melatih sikap disiplin pada seorang anak.

Dengan menerapkan aturan yang konsisten pasti akan bisa diterima oleh anggota keluarga dengan baik dan semua anggota keluarga pun akan bisa mentaati aturan yang telah disepakati bersama tersebut, hal itulah yang akan bisa melatih untuk bersikap baik.

Demikian artikel kami mengenai Cara menerapkan aturan yang baik pada anak di rumah. Semoga dapat bermanfaat dan terima kasih.

Anak suka berbohong, mungkin ini alasan mereka


Anak suka berbohong, mungkin ini alasan mereka
Semua orang tua tidak ada yang menginginkan jika anaknya anaknya memiliki kebiasaannya tidak baik,  pasti sebisa mungkin para orang tua akan mengajarkan seorang anaknya untuk menjadi orang yang berbuat baik dan tidak melakukan hal yang senonoh. Namun seringkali seorang anak akan berbuat yang tidak baik seperti halnya berbohong walaupun usianya masih 4 tahun.

Meskipun pelajaran tentang buruknya berbohong telah diajarkan di beberapa sekolah namun hal seperti itu tidak  selamanya akan bisa diterima oleh anak,  apalagi saat pelajaran tersebut tidak diberikan dengan cara edukatif  ataupun dengan cara yang akan bisa ditelaah oleh anak-anak, maka anak tidak bisa memetik nilainya.

Walaupun pelajaran tentang buruknya berbohong telah diajarkan di beberapa sekolah, akan tetapi sebaiknya buat anda para orang tua haruslah mengajarkan anak dari dini.  Agar anak melatih dirinya untuk tidak melakukan kebiasaan berbohong.  Saat anak berbuat sesuatu pasti ada suatu alasan yang telah mendasarinya, dan seperti halnya saat anak berbohong pasti juga ada beberapa alasan yang telah mendasari seorang anak untuk melakukan kebiasaan seperti itu. Tahukah Anda apa yang telah mendasari seorang anak melakukan kebiasaan berbohong? saat Anda belum mengetahuinya anda perlu mengetahui beberapa alasan mereka. berikut ulasannya!

1. Takut dihukum
 Orang tua terkadang akan menghukum anaknya saat mereka berbuat kesalahan dan justru hukuman inilah yang akan membuat anak tidak mau mengatakan kebenaran.  Maka dari itu saat anda ingin mengajarkan anak tentang perilaku yang jujur sebaiknya Anda menghindari beberapa menerapkan hukuman pada seorang anak yang melakukan kesalahan.

2. Meniru orangtua atau tayangan televisi
 Seringkali anak akan meniru kebiasaan dari orang tuanya,  serta anak juga akan meniru berbagai macam hal yang dilihatnya, maka dari itu berikanlah contoh yang baik bagi anak Anda dan juga berikanlah tayangan yang baik yang akan memberikan beberapa nilai yang baik untuk anak.

3. Keinginan mendapatkan pengakuan
 Seorang teman terkadang akan memberikan  pengaruh yang besar apalagi dengan seorang anak di masa pertumbuhannya,  dan hal itulah yang terjadi saat anak bergaul dengan teman-teman yang suka berbohong maka dia pun juga akan bertingkah laku hal yang sama dengan teman-temannya, agar bisa mendapatkan pengakuan dari para temannya.

4. Ingin diperhatikan dan dipuji
 Kebutuhan akan perhatikan dan dipuji merupakan suatu kebutuhan yang penting untuk anak, hingga sering kali anak akan berbuat beberapa hal yang tidak baik agar mereka bisa diperhatikan dan dipuji.  Maka tugas Anda sebagai orangtua yakni berikanlah perhatian dan pujian yang cukup untuk anak agar anak tidak melakukan kebiasaan yang tidak baik seperti halnya berbohong.

5. Tuntutan orang tua yang terlalu tinggi
Orang tua yang kurang memperhatikan seorang anak akan memberikan berbagai macam tuntutan yang terlalu tinggi pada anaknya, saat anak tidak mampu memenuhi tuntutan dari orang tua anak pun akan berbohong. Berikanlah tuntutan yang sewajarnya saja yang sesuai untuk anak Anda dan tidak terlalu tinggi atau berlebihan.

6.Daya imajinasi yang sangat tinggi
Terkadang daya imaji yang sangat tinggi juga akan membuat anak tidak mampu membedakan antara khayalan dan kenyataan,  hingga Ia pun akan  melakukan beberapa hal yang sebenarnya hanya menjadi khayalan belaka,  Dan ia pun akan berbohong.

Dan itulah beberapa alasan yang mendasari seorang anak memiliki kebiasaan berbohong.  Selain beberapa alasan diatas ada juga beberapa alasan yang lain yang juga telah mendasari anak untuk berperilaku bohong seperti halnya untuk mendapatkan keinginannya, melindungi teman, menutupi kekurangan pada dirinya dan  berbagai macam alasan yang lainnya yang telah mendasari seorang anak melakukan perbuatan berbohong.

Demikian artikel kami mengenai Anak suka berbohong, mungkin ini alasan mereka. Semoga dapat bermanfaat dan terima kasih.

Anak anda bermain video game, ini bahayanya!


Anak anda bermain video game
Dunia permainan menjadi dunia bagi seorang anak.  Selain itu dengan permainan mereka akan merasa senang dan bahagia melalui cara menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya.  Akan tetapi seringkali  saat waktu bermain di luar ruangan berkurang  dan besarnya pengaruh teknologi membuat seorang anak lebih memilih bermain bersama gadgetnya yaitu dengan memainkan video game.  Hampir saat ini 80% dari jumlah anak yang ada di sebuah negara telah kecanduan dengan permainan game,  selain mudah didapat juga membuat dirinya ingin terus-menerus mendapatkan keberhasilan di dalam video yang telah dimainkannya.

Dengan bermain video game mereka akan kehilangan aktivitas fisik di luar ruangan sebab seringkali mereka akan hanya duduk di kursi dan menghabiskan waktunya dengan bermain gadget. Selain itu menghabiskan waktu berjam-jam Menatap layar  smartphone, juga akan bisa merusak keseimbangan di dalam penglihatannya, dan bukan hanya penglihatan saja yang akan rusak akan tetapi ada juga berbagai macam bahaya-bahaya yang lainnya yang ditimbulkan dari video game yang telah dimainkan oleh anak.

Berikut bahaya anak bermain video game

1. Gangguan pada radang sendi anak

 Salah satu hal yang seringkali menjadi masalah terbesar bagi seorang anak yang sering bermain video game adalah postur tubuh yang menjadi membungkuk atau bengkok, hal seperti ini tentu karena diakibatkan dengan posisi duduk yang terus-terusan saatnya bermain video game.

2. Terkena gangguan pada penglihatan anak

 Menghabiskan waktu berapa jam menatap layar smartphone dengan jarak antara mata dengan layar yang sangat dekat akan bisa membuat mata menjadi rusak,  sebenarnya seperti ini pasti juga akan berakibat pada anak yang terlalu lama menghabiskan waktu bermain video game.

3. Bahaya obesitas pada anak

Seorang anak yang terus-terusan berada di rumah akan mendapatkan sedikit cahaya dari matahari serta mendapatkan sedikit aktivitas fisik. Hal itulah yang membuatnya terjadi obesitas dari makanan yang sudah mengendap di dalam tubuh dan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik.

4. Perubahan sikap dan perilaku pada anak

Selain akan bisa merusak kesehatan fisik pada seorang anak juga akan berakibat pada kesehatan mental atau psikologis pada seorang anak,  itu seperti yang hanya akan merubah sikap dan perilaku pada seorang anak sebab seringkali beberapa game akan mengandung unsur kekerasan,  dan saat anak melihat secara terus-terusan hal itu akan bisa membuat anak meniru apa pun yang telah dilihatnya.

Berbagai macam bahaya bahaya tersebut akan bisa mengintai anak Anda saat anda tidak memberikan waktu bagi mereka agar bisa bersosialisasi di luar ruangan, dengan begitu sebaiknya untuk anda sebagai orang tua yang baik berikanlah waktu yang sedikit bermain video game pada anak atau lebih baik anda tidak memberikan gadget terlebih dahulu pada seorang anak, dan lebih baik anda ajak anak untuk bersosialisasi di luar ruangan seperti halnya dengan mengajaknya bermain di taman maupun mengunjungi beberapa objek wisata.  Hal seperti itu tentu akan membuat anak lebih senang bermain di luar ruangan dan akan menjadikan anak tidak suka lagi memainkan video game.

Menjadi orang tua yang baik haruslah  diimbangi dengan mengajarkan anak berbagai macam hal-hal yang baik juga,  serta berikanlah anak beberapa peringatan saat anak mulai  terkena hal yang buruk dan penting sekali buat anda untuk memberikan pendidikan dan pelajaran yang baik untuk anak anda.

Demikian artikel kami mengenai Anak anda bermain video game, ini bahayanya! Semoga dpaat bermanfaat dan terima kasih.


Ajarkan sosialisasi sejak dini, ini caranya!

Mengajarkan anak untuk bersosialisasi sejak dini merupakan suatu kunci utama dalam membentuk kepribadian pada seorang anak, dan untuk bersosialisasi, memiliki teman atau sahabat merupakan suatu pondasi utama dalam kehidupan seseorang dalam melakukan bersosialisasi, dengan begitu anak pun juga penting mendapatkan seorang teman ataupun sahabat.

Ajarkan sosialisasi sejak dini, ini caranya!


Dan sebaliknya saat anak tidak memiliki seorang teman ataupun sahabat dan sulit untuk berinteraksi maupun bersosialisasi, maka mereka akan cenderung mengalami guncangan emosional yang lebih besar daripada seorang anak yang memiliki banyak teman.

Dalam kondisi yang lebih ekstrim hal tersebut akan bisa membuat anak menjadi arotisme  dan berbuat hal yang senonoh, maka dari itu sebaiknya saat anda memiliki seorang anak yang sulit untuk bersosialisasi maupun seorang anak yang pendiam maka sebaiknya Anda mengajarkan anak cara bersosialisasi sejak dini.

Berikut beberapa cara untuk mengajarkan seorang anak bersosialisasi sejak dini:

1.  Menjadi role model/suri teladan
 Seringkali perilaku seorang orang tua akan dicontoh oleh anaknya,  maka dari itu sebaiknya Anda saat menjadi seorang orang tua jadilah role model yang baik bagi anak-anak anda. Dengan cara mereka melihat mengetahui dan menelaaah setiap perkataan perbuatan sehingga cara orang tua dalam membimbingnya akan bisa dicontoh  dengan baik.

2. Biarkan anak berekspresi
 Berikanlah kesempatan pada anak untuk berkumpul bersama dengan teman-teman maupun anak sebayanya entah itu untuk mengikuti berbagai macam event yang ada di sekolah, di luar ruangan, maupun di lingkungan rumah sekitar. Dengan cara seperti itu maka akan memberikan  waktu berekspresi untuk anak dalam melatih bakat maupun untuk bersosialisasi dengan teman.

3. Suasana keluarga yang terbuka
Bangunkan lah suatu hubungan keluarga yang terbuka antara anak dengan orang tua, salah satu hal yang bisa anda lakukan adalah dengan mengajak anak berkomunikasi tentang berbagai macam kegiatan sehari-hari serta menanyakan berbagai macam kegiatan yang telah dilakukan anak di sekolah maupun di luar ruangan. Hal seperti ini akan bisa membuat anak berani untuk mengeluarkan isi hatinya entah itu bertanya berpendapat ataupun sekedar curhat.

4. Beraktivitas dalam kelompok
ajaklah anak untuk tergabung di dalam suatu komunitas atau tim, agar dapat mengasah bakat peserta membina anak untuk dapat bergaul dan mendapat teman baru.

5. Bermain bersama
dengan bermain akan bisa mengakrabkan seorang anak,  dengan begitu saat anak Anda sudah mulai bisa berinteraksi dengan teman sebayanya, maka berikanlah kesempatan untuk anak agar bisa bermain bersama dengan teman.

6. Bangkitkanlah rasa percaya diri anak
 Menjadi seorang orang tua haruslah dapat membina anaknya dengan baik, dengan begitu anda perlu mengetahui dan mengenal karakter dari anak Anda beserta dengan berbagai macam kelebihan maupun kekurangannya, dengan begitu anda pun akan bisa membangkitkan rasa percaya diri entah itu melalui cara berkomunikasi secara personal maupun melalui cara-cara yang lainnya yang akan bisa membuat anak memiliki kepercayaan diri namun tetap dengan norma  yang telah berlaku.

Berbagai macam cara cara yang bisa Anda coba di atas dalam membuat anak muda untuk bersosialisasi di lingkungannya bisa anda lakukan untuk diajarkan pada anak anda, selain berbagai macam cara-cara diatas hal terpenting yang harus anda ketahui dalam membina dan membimbing seorang anak adalah dengan memperhatikan nya dan tidak mengacuhkannya.

Demikian artikel kami mengenai Ajarkan sosialisasi sejak dini, ini caranya!. Semoga dapat bermanfaat dan terima kasih.

10 Cara Mendidik Anak Agar Sadar Dengan Sopan Santun

10 cara mendidik anak agar sadar dengan sopan santun
Saat ini nilai sopan santun merupakan suatu hal yang mahal, dan saat ini hampir jarang untuk dilakukan oleh seorang anak. Bagaimana tidak seperti yang kita ketahui semakin berkembangnya era globalisasi sikap sopan santun anak akan semakin luntur dan semakin berkurang. Walaupun seringkali di sekolah telah diberikan pelajaran tentang sopan santun, namun hal seperti itu tidaklah seutuhnya bisa dilakukan oleh anak-anak. Maka dari itu sebagai seorang orang tua sangat penting sekali dalam mendidik anak kita, salah satunya dengan mendidik anak bersikap sopan santun. Dan untuk solusinya anda bisa melalui cara mendidik sopan santun pada anak, dengan beberapa cara di bawah ini.

Berikut 10 cara mendidik anak agar sadar dengan sopan santun:


1. Mulai sejak dini
mengajarkan anak sopan santun yang dimulai sejak dini akan bisa membuat anak  Terlatih untuk bersikap sopan santun. Tanamkanlah  sikap sopan santun di usia sekitar 2 atau 3 tahun agar bisa tertanam kuat di dalam benaknya.

2. Berikan contoh yang baik
 Contoh merupakan suatu nilai yang sangat berarti bagi seorang anak, tanpa adanya contoh anak tidak akan bisa melakukan sifat yang baik. Maka dari itu saat anda ingin mendidik anak agar sadar dengan sopan santun, Anda bisa mencontohkan  entah itu dari perkataan perbuatan  ataupun memberikan teladan yang baik bagi seorang anak.

3. Terimakasih, tolong dan maaf
Inilah tiga kunci dasar dalam bersikap sopan santun, dengan begitu biasakan di rumah untuk selalu berterima kasih saat anak mendapatkan  suatu hal, dan meminta tolong saat anak mendapatkan kesusahan, serta meminta maaf saat anda bersalah.

4. Belajar sambil bermain sandiwara
 Membuat anak bermain dengan peran itu dengan teman maupun kerabat sebaya akan bisa melatih sikap sopan santun mereka, dengan begitu sebaiknya anda ikut serta dalam memainkan sandiwara sambil mengajarkan anak tentang nilai sopan santun.

5. Melatih dengan konsisten
 Anak akan sering lupa tentang berbagai macam pengajaran yang hanya satu kali, maka dari itu untuk melatih anak agar bisa bersikap sopan santun Anda harus melatihnya dengan konsisten agar hal itu bisa tertanam di benak anak.

6. Ajarkan lewat cerita
Dengan bercerita anak akan bisa menelaaah nilai, sebab dengan rasa penasaran akan cerita yang telah kita bawakan, maka dari itu untuk mengajarkan anak bersikap sopan santun Anda bisa. melakukannya dengan melalui sebuah cerita

7. Jangan dijadikan bahan lelucon
Saat anak tidak bisa bersikap sopan jangan pernah menjadikan bahan lelucon, karena itu hanya akan membuat sulit untuk memahami arti sopan santun pada seorang anak, maka dari itu sebisa mungkin untuk anda tidak menjadikan sebuah lelucon saat anak telah berlatih melakukan sopan santun.

8. Beri anak perhatian
sikap anak akan baik saat ia menerima perhatian yang lebih, maka dari itu perhatikanlah buah hati anda walaupun Anda sesibuk mungkin, agar anak bisa terlatih dengan baik nilai yang bagus untuk dirinya seperti hanya sopan santun.

9. Beri pujian
 Saat anak berbuat salah maka ingatkan lah, dan beri pujian saat anak berbuat baik. dengan begitu akan melatih sikap motorik anak untuk selalu bersikap baik dan sopan agar ia bisa mendapatkan pujian dari anda.

10. Sabar dan Beri waktu
mengajarkan seorang anak agar bersikap sikap santun harus dilakukan dengan konsisten dan penuh kesabaran. Waktu untuk anak dalam bersikap seperti itu tidak sebentar, dan mungkin anak akan butuh waktu beberapa hari agar bisa berlatih untuk bersikap sopan santun. Maka kesabaran anda akan sangat dibutuhkan sekali untuk anak.

Demikian artikel kami mengenai 10 cara mendidik anak agar sadar dengan sopan santun. Semoga dapat bermanfaat dan terima kasih.

Tupai Dan Kelinci Pemalas

Cerita anak_Di sebuah hutan tinggalah dua sahabat. Mereka adalah seekor kelinci dan seekor tupai. Setiap hari mereka selalu menghabiskan waktu bersama-sama.
Pada suatu hari, tupai mengatakan kepada kelinci, ''Musim hujan sebentar lagi akan datang.Mari kita buat sarang.Supaya bila hujan turun, kita punya tempat untuk berteduh.''Ya, betul juga kata kamu. Tapi izinkan aku istirahat dulu, "jawab kelinci.
Pada sore itu, hujan turun dengan lebatnya. Tupai dan kelinci berteduh di bawah pohon.Mereka basah dan kedinginan. ''Jika kita punya sarang, tentu kita tidak akan basah begini,'' kata tupai.
Ya,betul juga apa yang kamu katakan,  jawab kelinci. "Besok pagi kita akan buat sarang," kata kelinci lagi.
 Keesokan paginya, cuaca sangat cerah.Tupai kembali mengajak kelinci untuk membangun sarang."Lebih baik kita pergi cari kayu untuk membangun sarang," kata tupai. "Tapi bukan sekarang," jawab kelinci. "Kita masih ada banyak waktu lagi. Marilah kita pergi cari makanan. Aku sungguh lapar!
Mendengar jawaban Kelinci"Tupai menggeleng-geleng melihat sikap sahabatnya itu. Pada sore itu, hujan turun lagi. Tupai dan kelinci basah kuyup karena tidak ada tempat berteduh."Alangkah baiknya jika kita ada sarang," kata tupai. "Besok kita harus buat sarang.Saya tak ingin terus basah seperti ini sewaktu hujan. "Kelinci yang pemalas itu tidak menghiraukan keluhan sahabatnya."Kita tunggu besok sajalah," kata kelinci.

Pelajaran yang dapat di ambil : Jangan pernah menunda-nunda suatu pekerjaan yang bisa kita kerjakan pada hari itu juga. Kerjakanlah selagi bisa.

Momo si monyet nakal

Pada suatu hari, di sebuah hutan yang lebat tinggallah seekor monyet yang sangat nakal dan suka membuat keributan. Monyet itu bernama Momo. Suatu hari Momo sedang memperebutkan makanan dengan monyet lainnya. Padahal makanan itu bukan milik dia, tetapi ia tetap ngotot untuk mendapatkan makanan itu.

Cerita anak cerita binantang

"Hai, Momo. Jangan kau mengambil makananku. Kenapa kau suka mengambil milik orang lain,yang bukan punya mu?. Kata monyet pemilik makanan itu ke Momo " 
"Terserah saya dong, memangnya tidak boleh.?.Kata Momo membentak".

Akhirnya dengan terpakasa monyet pemilik makanan itu mengalah, dan kemudian monyet itu pulang dan menceritakan sikap Momo kepada warga di hutan. Monyet itu juga menasehati warga hutan agar tidak berteman dengan Momo dan menjauhi Momo yang nakal. 

Sejak saat itu Momo merasa kesepian karena tidak ada satu hewan pun yang mau berteman dengannya. Karena tidak betah selalu di kucilkan, beberapa hari kemudian Momo bergegas pergi meninggalkan hutan. Ia berharap dapat memperoleh teman di daerah lain. Sepanjang jalan Momo sangat murung. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seekor burung. Burung itu sangat heran meihat muka Momo yang sangat murung. 

"Hai, teman. Mengapa wajahmu sangat murung? "Sapa burung itu. 
"Saya pergi dari hutan. Karena semua hewan di hutan selalu menganggap aku jahil dan suka menang sendiri! "Jawab Momo. 

"Tidak usah sedih begitu, saya bisa membantumu." Burung pun menasehati Momo agar tidak mengulangi kesalahannya dan menghindari sifat nakal nya. Tetapi Momo tidak memperdulikan nasehat burung. Momo justru merasa tersinggung, kemudian ia segera pergi meninggalkan tempat itu. 

Sewaktu Momo melanjutkan perjalanan, ia bertemu dengan monyet yang pernah diganggunya. Tetapi bukanya meminta maaf, ia malah membuat keributan lagi dengan monyet itu. Mereka pun saling adu mulut sampai akhirnya terjadi pertengkaran antara mereka. Di tengah pertengkaran yang kemudian berlanjut pada perkelahian, Momo jatuh terpeleset ke jurang yang sangat dalam. Mulai saat itu tidak terdengar lagi kabar Momo, si monyet yang nakal.sepeninggal Momo, suasana dalam hutan kembali terasa aman tenteram dan damai.

Kecerdikan Abu Nawas

  Sudah lama Sultan Harun menyimpan dendam kepada Abu Nawas. Kekesalan itu membuatnya ingin mengakhiri hidup Abu nawas.
Pada suatu hari, Sultan mendadak teringat akan kesukaan Abu nawas yakni ayam panggang. Hal ini memberikannya sebuah ide buruk untuk membunuh Abu nawas. Ia bermaksud akan mengumpulkan orang-orang, termasuk para algojo, untuk menjebak Abu nawas.
cerita dan dongeng anak

  Hari yang di tunggu-tunggu sang Sultan akhirnya tiba. Abu nawas beserta tamu lainnya datang untuk memenuhi undangan Sultan. Namun, saat akan menyantap ayam panggang, tiba-tiba salah seorang algojo datang dan berdiri di samping Sultan.

Melihat ada algojo ,Abu terdiam dan bertanya, "Apa maksdudnya ini Sultan?"

  Sultan Harun tidak menanggapi pertanyaan dari abu nawas, dan kemudian memerintahkan kepada Abu nawas untuk menyantap ayam yang tersaji di hadapannya. Namun, semacam buah simalakama, jika dimakan atau tidak dimakan, Abu nawas tetap diancam hukuman sesuai perlakuannya terhadap ayam panggang tersebut. 

  Bila Abu nawas memakan bagian leher ayam, maka Sultan akan memotong lehernya. Bila Abu nawas memakan dada, maka Sultan akan menusuk dadanya. Bila Abu nawas memakan bagian paha, maka pahanya akan dipotong oleh Sultan. 

"Dimakan atau tidak dimakan aku tetap saja akan terkena hukuman," begitu  pikir Abu nawas di dalam hati. Ia pun merenung-renungkan jawabannya.

  Sultan harun tersenyum kecut memandangi kebingungan Abu nawas. 
Tiba-tiba Abu nawas mendapatkan akal. Segera ia menjilati seluruh bagian dari ayam panggang itu, mulai dari kepala sampai ke “belakang”.

Setelah menjilati seluruh ayam panggang tersebut, Abu berkata, "Sultan saya siap menerima perlakuan yang sama dari Sultan."

  Seketika itu pula, Sultan terdiam dan tidak mampu berkata apa-apa lagi. Hadirin dan para tamu yang menyaksikan pun geger dan tak kuasa menahan tawa. Mereka tak sanggup membayangkan Sultan akan menjilati tubuh Abu nawas.
.............................

Sekian dulu cerita Abu nawas nya semoga dapat menghibur para pengunjung Kumpulan Cerita Dan Dongeng anak. Kalau cerita ini menarik silahkan di share ya :D.

Dua Ekor Domba

Dua ekor domba berjalan dengan tegapnya dari arah yang berlawanan di sebuah perbukitan yang sangat curam, saat itu secara tidak sengaja, mreka scara brsaman masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. Sebuah batang pohon yang telah lama jatuh, telah dijadikan sbgagai jembatan untuk menyebrangi jurang trsebut.

Batang pohon yang dijadikan jembatan tersbut sangatlah teramat kecil shingga tidak dapat dilalui secara bersamaan oleh dua ekor musang dengan selamat, apalagi dilalui oleh dua ekor domba. Jembatan pohon yang sangat kecil itu akan membuat orang yang paling berani pun akan menjadi gemetaran.

Tetapi kedua domba tersebut tidak merasa gemetaran atau ketakutan. Rasa angkuh dan harga diri mereka tidak membiarkan mereka untuk mengalah dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada domba lainnya.

Saat salah satu domba menginjakkan kakinya ke jembatan itu, domba yang lainnya pun tidak mau mengalah dan juga menapakkan kakinya ke jembatan tersebut. Akhirnya kedua domba itu bertemu tepat di tengah-tengah jembatan.

Keduanya masih tidak mau mengalah dan malahan saling menyeruduk dengan tanduk mereka sehingga kedua domba tersebut akhirnya jatuh ke dalam jurang dan tersapu oleh aliran air yang sangat deras di bawahnya.

Pelajaran yang dapat di petik dari cerita ini adalah : Sebaiknya kita membuang jauh- jauh sifat angkuh dan merasa paling benar pada diri kita, karena sifat ini lah yang membuat kita menjadi egois, dan tidak mau mengalah untuk kebaikan. 

Tikus Kampung dan Tikus Kota

Pada suatu hari yang cerah,terlihat seekor Tikus Kota pergi mengunjungi saudara sepupunya yang tinggal di suatu kampung. Walaupun mereka terlihat begitu berbeda, si Tikus kampung menyambut tamunya dengan sangat ramah dan antusias. Ditawarkannya lah makanan yang paling enak yang ada di rumahnya, kacang , keju dan roti, dan Si Tikus Kota boleh mengambil yang mana saja sepuasnya.

Tikus Kota, dengan sedikit angkuh berkata kepada tikus kampung, "Aku tidak bisa mengerti, Sepupu, bagaimana bisa", kamu bisa bertahan hidup dengan makanan yang menjijikan seperti ini, tapi tentu saja kita tidak bisa mengharapkan sesuatu yang lebih baik di kampung. Bukankah begitu?. Mari ikutlah denganku dan aku akan menunjukkan kepadamu apa itu hidup yang sebernarnya. Kalau kamu telah merasakan hidup di kota selama seminggu saja, aku sangat yakin, kamu akan lupa pada kehidupanmu di kampung ini. Bahkan mungkin kamu akan bertanya-tanya bagaimana kamu pernah bisa hidup di kampung. "
Tak lama kemudian, kedua tikus itu berangkat ke kota, dan tiba di tempat tinggal Si Tikus Kota pada tengah malam.
"Kamu pasti lapar, Sepupuku, setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh tadi. Mari kita bersantai diri sedikit," kata Tikus Kota dengan sopan, dan membawa sepupunya (tikus kampung) ke suatu ruang makan yang sangat besar dan mewah. Di sana mereka menemukan sisa-sisa pesta, dan segera dua tikus itu memakan jeli dan kue yang semua sangat enak sekali.
Tiba-tiba mereka mendengar suara menggeram dan menggonggong.
"Apa itu?" tanya Tikus kampung.
"Ah, hanya seekor anjing saja," jawab yang lain.
"Saja ! katamu?!" teriak si Tikus kampung. "Aku tak suka musik jenis ini di acara makan malamku."
Tepat pada saat itu pula pintu terbuka, di datang dua ekor anjing penjaga besar, dan dua tikus itu segera turun dari meja dan berlari cepat untuk menyelamatkan diri.
"Selamat tinggal, Sepupu," kata si Tikus Desa.
"Apa?! Pergi begitu cepat?" tanya yang lain.
"Ya," jawabnya, "Lebih baik kacang dan daging, namun disantap dengan damai daripada kue dan anggur dalam ketakutan."
Tikus kampungpun langsung pulang ke desanya, dan hidup dengan damai tanpa ada gangguan dari apapun.

si pintar ( dongeng dan cerpen )

Pagi yang sangat cerah, terlihat saudagar kaya sedang duduk santai di beranda rumahnya. Sang Saudagar kaya mempunyai satu orang pembantu yang selalu setia melayaninya, namun sayangnya, pembantu itu agak sedikit bodoh dan ceroboh. Hal apapun yang di perintahkan saudaugar kepadanya, tak pernah di laksanakannya dengan baik, sang saudagar hampir teramat kecewa karenanya. Tapi anehnya, saudagar menjuluki pembantu setianya itu dengan julukan “si pintar”.

“Wahai, tuan saudagar, kenapa engkau menjulukiku “si pintar”, tuan tentu tahu sendiri bukan" bahwa aku selalu melakukan hal-hal yang ceroboh dalam mengerjakan tugas yang tuan berikan?” tanya pembantu dengan sangat heran.
Saudagar tersenyum,dan lalu ia menjawab, “Kau tahu “pintar”, julukan yang aku berikan kepadamu itu adalah sebagai do’a yang kupanjatkan kepada Tuhan untukmu.”
“Maksud tuan? Sungguh, aku tak mengerti.”
“Aku selalu berdo’a semoga kau tidak menjadi seseorang yang bodoh dan ceroboh lagi, dan menjadi pembantuku yang setia lagi pintar, maka dari itu, aku menjulukimu “si pintar” karena itu termasuk sebagian dari do’aku.”
“Maaf tuan, tapi, aku masih tak mengerti.”
“Ah, sudahlah. Asal kau tahu aku masih mempercayaimu, dan aku akan memberikan suatu tugas untukmu.” kata sang saudagar.
“Baiklah, tuan, lantas tuan hendak memberikan tugas apa untukku? Aku akan berusaha mengerjakannya dengan baik.”
Saudagar pun memberikan tugas kepada “si pintar”. Dengan perasaan gembira karena sudah dipercaya saudagar dalam mengerjakan tugas yang penting menurutnya. “si pintar” pergi ke desa sebelah. Untuk apa? Ternyata saudagar menyuruhnya menagih hutang kepada warga desa sebelah. Memang, sang saudagar selalu meminjamkan uang ke desa sebelah, tapi, anehnya ia tak pernah meminjamkan uang sepeserpun kepada warga desa tempat tinggalnya sendiri.

Akhirnya, setelah perjalanan yang cukup jauh “si pintar” telah sampai di tempat tujuan: desa sebelah. Ia pun mendatangi beberapa warga dan menagih hutang atas perintah sang saudagar. Kurang dari satu jam, “si pintar” telah berhasil mengumpulkan uang yang telah di pinjamkan sang saudagar kepada para warga. Alangkah senangnya hati “si pintar” karena ia telah mengerjakan tugasnya dengan baik.

Dalam arah perjalanan pulang kembali ke rumah saudagar, “si pintar” teringat akan suatu hal. Selain menyuruhnya untuk menagih hutang para warga, saudagar memberikan tugas lain kepada “si pintar”. Sang saudagar menyuruh untuk membeli sesuatu yang belum pernah saudagar dapatkan di rumah mewahnya.
Apa ya? Makanan sudah ada, barang-barang mewah sudah ada. Lantas, apa yang harus aku beli? pikir “si pintar”. Setelah berpikir agak lama, ia memutuskan untuk kembali lagi ke desa sebelah dan mengembalikan uang yang sudah ia tagih. Apa yang ada di pikirannya? Ah, entahlah, hanya “si pintar” yang tahu.

Dengan tenang, ia pun kembali ke rumah sang saudagar. Ketika saudagar tahu apa yang di lakukan “si pintar” saudagar sangat marah.
“Apa maksud kau melakukan semua itu?” tanya saudagar
“Kelak, tuan akan mengetahuinya.” jawab “si pintar”
Tentu saja, saudagar semakin marah mendengar jawaban si pintar. Saudagar mengulangi lagi pertanyaannya, tapi, tetap saja “si pintar” menjawab “kelak tuan, akan mengetahuinya”.

Haripun berganti bulan…
Desa tempat saudagar tinggal, mengalami bencana. Sampai membuat sang saudagar bangkrut, bukan main sedihnya hati sang saudagar. Akhirnya ia beserta “si pintar” memutuskan untuk pindah ke desa sebelah, dan memulai kehidupan baru di sana. Sang saudagar sangat kaget, karena para warga desa sebelah menyambutnya dengan sangat ramah.
“ “Pintar”, apa yang telah kau lakukan sehingga para warga menyambutku dengan ramah, dan mengapa mereka begitu baik kepadaku?” tanya saudagar.
Ia dan “si pintar” sedang duduk di ruang tamu, di rumah baru saudagar. Para warga saling bergotong royong membuat rumah untuk sang saudagar.
“Aku melakukan apa?” kata “si pintar” balik bertanya.
“Ya, mungkin saja, kau pernah melakukan sesuatu sehingga mereka berbuat baik kepadaku.”
“Oh, ya, aku pernah membeli rasa “cinta” mereka untuk tuan.”
“Maksudmu?”
“Hhmmm, apakah tuan masih ingat, tuan pernah memerintahkanku untuk membeli sesuatu yang belum pernah tuan dapatkan di rumah mewah tuan yang dulu?”
“ Oh ya, ya, aku ingat. Bukankah kau mengembalikan uang yang sudah kau tagih, dan membuatku sangat marah?”
“Iya, tuan. Nah, ketika itu aku sangat kbingungan harus membelikan apa untuk tuan, akhirnya aku mendapat sebuah ide yang suatu saat pasti akan sangat berguna untuk tuan, dan tentunya juga belum pernah tuan medapatkannya, yaitu aku membeli rasa “Cinta” para warga kampung untuk tuan, dengan cara mengembalikan uang pinjaman yang sudah ku tagih.”
“Ide yang sangat bagus. Maaf, aku telah marah kepadamu, tapi, dari mana kamu mendapatkan ide seperti itu?” tanya saudagar seraya berdecak kagum.
“Aku berpikir, tuan sudah banyak memiliki harta, tapi, tuan tak banyak memiliki banyak saudara. Padahal harta itu tak selamanya bisa membantu kita, jika saudara, tentunya mereka akan ada untuk kita ketika kita susah. Dan perlu diketahui, harta itu bukan segalanya. Tapi, rasa “cinta” terhadap sesama yang harus selalu melekat di hati kita.” jelas “si pintar”

Dongeng anak : Pemuda Bersuling Aajaib

Dongeng anakDi kisahkan, pada Jaman dahulu terdapat sebuah kota yang terletak di kaki bukit. Kota itu bernama Kota Hameliyn. Penduduk yang tinggal di kota Hameliyn hidup dengan aman dan damai, tapi sayangnya kesadaran mereka terhadap kebersihan lingkungan sangat memprihatinkan. Mereka suka membuang sampah di sembarang tempat, hingga akhirnya sampah-sampah itu menjadi sarang tikus. Seiring berjalanya waktu,semakin lama jumlah tikus terus bertambah dan kota pun dipenuhi oleh kawanan tikus.

Para tikus tersebut mulai terlihat berkeliaran di mana-mana. Mereka bergerak bebas di mana saja tanpa sedikitpun merasa takut, apabila melihat manusia. Untuk mengatasinya, sebagian penduduk kota mencoba untuk memelihara kucing. Selain itu, ada pula yang memasang berbagai perangkap tikus untuk membunuh atau membinasakan para tikus. Namun, semua usaha yang telah dilakukan seakan sia-sia, dan tidak pernah membuahkan hasil. Jumlah tikus malah semakin lama semakin bertambah banyak. Penduduk menjadi kesal dan kehabisan akal untuk melenyapkan tikus-tikus tersebut.

Musibah yang menimpa Kota Hameliyn rupanya telah tersebar luas hingga ke kota-kota lain di sekitarnya. Dari salah satu kota tersebut ada seorang pemuda yang datang ke Kota Hameliyn untuk menawarkan diri mengusir semua tikus yang berkeliaran. Sebagai imbalannya, sang pemuda meminta upah sebesar dua keping emas kepada setiap orang yang ada di Hameliyn. Warga masyarakat Hamelyn segera mendiskusikan  penawaran sang pemuda. Dan, setelah berdiskusi panjang-lebar, akhirnya mereka setuju dan sepakat untuk membayar,meskipun harga yang ditawarkan pemuda sangat mahal menurut mereka.

Setelah kesepakatan tercapai, sang pemuda lalu pergi ke tengah lapangan. Ia kemudian mengeluarkan sebuah suling dan mulai meniupnya. Suara yang keluar dari suling itu sangat merdu dan melenakan siapa saja yang mendengarnya (manusia maupun binatang). Para tikus yang mendengarnya seakan terhipnotis dan mulai keluar dari persembunyian mereka untuk berkumpul di sekeliling sang pemuda. Ia lalu berjalan perlahan sambil tetap meniup suling menuju ke sebuah sungai yang letaknya di pinggir Kota Hamelyn. Setelah sampai, sang pemuda langsung menceburkan diri ke tengah sungai. Hal ini diikuti pula oleh kawanan tikus. Ternyata para tikus tersebut tidak dapat berenang, sehingga seluruhnya tenggelam.

Saat kota telah terbebas dari gangguan tikus, sang pemuda kemudian menagih bayaran kepada para penduduk. Namun ternyata para penduduk menolak untuk membayar sang pemuda. Mereka menganggap bahwa kerja sang pemuda yang hanya meniup suling tidaklah sesuai dengan upah yang dimintanya. Sang pemuda menjadi marah. Ia lalu meniup sulingnya lagi dengan nada yang berbeda. Irama yang keluar dari suling itu ternyata sangat memikat hati anak dan segera mengikuti si pemuda pergi keluar dari Kota Hameliyn. Sedangkan bagi orang dewasa yang mendengarnya, seakan terlena dan tidak menyadari keadaan di sekitarnya.

Ketika sang pemuda telah berada di batas kota, barulah penduduk Hameliyn tersadar kalau anak-anak mereka juga dibawa serta. Mereka lalu berlari menyusul sang pemuda sampai ke perbatasan Kota Hameliyn. Saat bertemu sang pemuda, mereka lalu membujuknya dengan janji akan memberikan sekantong keping emas asal mau mengembalikan anak-anak mereka.

Namun, bujuk rayu penduduk Hameliyn tidak dihiraukan oleh Sang Pemuda. Sambil terus memainkan suling Pemuda itu membawa anak-anak menuju sebuah gua yang terletak agak jauh dari batas Kota Hameliyn. Dan, setelah seluruh anak masuk ke dalam goa itu bersama Sang Pemuda, secara tiba-tiba gua tersebut hilang dari pandangan. Para penduduk yang melihat langsung kejadian itu hanya bisa menyesal. Mereka menyesal karena telah berbuat ingkar pada sang pemuda yang akhirnya harus ditebus dengan menghilangnya anak-anak mereka.

Cerita anak : Keledai yang cerdik

Cerita anak- Pada suatu pagi,terlihat seekor keledai yang hendak pergi merumput ke sebuah padang rumput yang luas.
Sesampainya di padang rumput, si keledai memakan rumput dengan lahapnya, karena rumput di situ sungguh segar. Lagi pula tidak ada hewan lain di di situ,jadi si keledai dapat memakan rumput itu sepuasnya.
'' Oh, beruntungnya aku hari ini!'',kata keledai.
cerita anak keledai yang cerdikSetelah kenyang, keledai memandang sekeliling, tiba-tiba ia melihat seekor serigala yang kelaparan sedang menuju ke arah nya.
Keledai pun mendadak panik, dan berkata "Apakah yang harus aku lakukan sekarang? Kalau aku lari, tentu serigala itu berhasil mengejar aku, "pikir keledai yang mulai ketakutan itu.Tiba-tiba keledai mendapat ide. Keledai memberanikan diri. Ia berpura-pura berjalan dengan santai ke arah serigala. 
"Apakah yang terjadi? Mengapa kamu tidak lari saat melihat aku?'' tanya serigala yang keheranan.Tiada gunanya aku lari karena kamu tetap akan menburu dan menangkap aku.akhirnya aku akan jadi makanan kamu juga.'' Kata keledai dengan berani. 
'' Betul juga apa yang kamu katakan. Kalau kamu lewatkan hari ini, esok atau lusa kamu akan jadi mangsa aku juga,'' kata serigala.'' Tapi tidak menyenangkan kalau aku bisa menangkapmu dengan mudah . Akan lebih menyenangkan kalau kita main kejar-kejar.Kalau aku Berhasil menangkapmu, aku akan memakan kamu .'' 
'' Baiklah, aku setuju dengan saranmu,'' Kata keledai,'' tapi sebelum kita main kejar-kejaran, bolehkah aku meminta pertolonganmu.Dengan mencabut serpihan duri di dalam kuku kaki belakang aku ini.'' 
'' Ya, tentu saja aku akan membantumu untuk mencabut duri itu!'' Kata serigala.
Keledai pun menghulurkan kaki belakangnya ke arah serigala.Ketika serigala mencoba memegang kakinya dan menunduk untuk mencabut duri tersebut, keledai pun menendang muka serigala sekuat tenaga.
 Srigala pun terpental,dan berteriak "Arhaaaaahhhhhhh!'' serigala menjerit kuat karena kesakitan.
Rupanya tendangan keledai itu sangat kuat, serigala mengalami cedera yang parah.Hidungnya berdarah dan beberapa batang giginya patah. Akhirnya srigala pun pergi,dengan menahan kesakitan yang amat sangat.'' Lain kali ku pasti akan menangkapmu dan memakanmu keledai!'' jerit serigala dengan sangat marah. 

Cerita anak : Balasan untuk anak yang baik budi

Anak itu bernama Desma. Umurnya kira-kira sepuluh tahun. Ia sekarang duduk di kelas empat sekolah dasar. Ayah Desma telah meninggal dunia. Sekarang dia hanya tinggal bertiga dengan Emak,dan adiknya.
Setiap hari mereka bekerja. Emak membuat kue, Desma dan adik yang menjualnya. Kue itulah yang mereka jajakan ke berbagai tempat.
Suatu kali, Desma sedang menjajakan kuenya. Lorong lorong ditelusurinya sambil menjunjung kue diatas kepala. Satu demi satu kue di beli orang. Desma melayani pembeli dengan ramah dan sopan. Budi pekerti Desma yang baik membuat orang suka padanya. Bila Desma lewat, mereka sering memanggilnya, lalu membeli kue dari Desma.
Cerita anak balasan untuk anak yang baik budiMenjelang senja, kue telah habis terjual. Desma pulang menuju rumahnya. Ia ingin cepat sampai, karena ingin melaporkan keberhasilan nya dalam menjual kue kepada ibunya.
Dalam perjalanan pulang, Desma melihat langit mendung. Angin bertiup dengan kencang. Kilat sambar-menyambar. Tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Desma amat ketakutan.
Hujan mulai turun. Desma berlari-lari kecil mencari tempat berteduh. Di sebuah rumah kecil Desma berhenti. Ia berdiri sambil merapatkan tubuhnya ke dinding rumah.
Hujan tidak juga berhenti. Desma telah lama menunggu hujan reda. Hari pun mulai malam. Desma semakin gelisah. Apakah ia harus berjalan menerobos hujan ini?
Desma tidak mempunyai pilihan lain, ia harus segera pulang. Ia tidak ingin ibunya menjadi cemas lalu mencari-carinya. Kemana ibunya akan mencari? tentu ibunya akan jatuh sakit karena kehujanan.
sambil menjunjung wajan tempat kue, Desma pergi meninggalkan rumah kecil itu. Ia melangkah terus dalam hujan. Berkali-kali Desma terpeleset. Jalan sangat licin dan gelap.
Seorang nenek yang baru pulang dari masjid tampaknya mengenal Desma. Desma memang bergaul baik dengan siapa saja. Desma juga suka menolong orang. Desma dipanggilnya. Ternyata nenek itu ingin memberikan obor pada Desma. Malam memang semakin gelap saja. Hujan masih turun. Nenek itu tampak begitu sayang pada Desma.
Setelah pamit dan mengucapkan terimakasih, dengan hati-hati, Desma membawa obor yang diberikan nenek tadi. Obor itu terbuat dari potongan bambu yang di isi dengan kain yang di basahi minyak tanah. Kain itu dimasukkan ke dalam potongan bambu itu dan ujungnya disulut dengan api. Desma berusaha agar api itu tidak basah oleh air.
Sekujur tubuh Desma terasa dingin. Ia terus saja melangkahkan kakinya. Akhirnya, ia sampai di rumahnya. Desma menghela nafas sejenak. Perasaanya tersa lega. Desma segera masuk. Tetapi perasaanya kembali gelisah. Rumahnya ternyata hanya di tunggui adiknya. Dugaan Desma ternyata benar. Emaknya telah pergi mencarinya.
Desma kembali menyalakan obor. Ia segera pergi. Menurut adiknya, ibu mencari ke kampung seberang. Kampung seberang berada di seberang sungai yang melintas di desanya. Tadi sore Desma memang berjualan ke sana. 
Desma kembali berjalan menerobos hujan. Langkahya dipercepat. Ia ingin segera tiba di kampung seberang. Tak jauh dari rumahya, terdapat sebuah sungai, Antara kampungnya dan kampung seberang dihubungkan oleh sebuah jembatan. Lewat jembatan itulah Desma biasanya pulang pergi ke seberang.
Tak lama berjalan, tiba-tiba terdengar suara benda berat yang runtuh."Brak...brak..brak..bum...", kemudian hening mencekam. Suara apakah itu? Desma tidak jadi melangkah.
Desma mencari arah datangnya suara tersebut. Rasa-rasanya suara itu datang dari arah jembatan.
Desma melangkah ke arah jembatan. Obor diangkatnya tinggi-tinggi sehingga menerangi jalan. Desma terus melangkah.
Ternyata jembatan itu telah di hantam air Bah yang meluap, Besi tiang jembatan itu ikut jatuh ke dalam air sungai.
Desma menjadi panik. Pikiranya menjadi kacau. Bukankah emak harus melewati jembatan ini untuk sampai ke rumah. Desma semakin cemas.
Dengan sekuat tenaga, Desma berteriak minta tolong. "Tolongg...tolong..jembatan runtuh..!"suaranya hilang ditelan gemuruh air sungai dan terpaan hujan yang tak mau kompromi.
Berkali-kali Desma berteriak, tapi tak seorang pun yang bisa mendenganrnya.
Ingin dia berlari mengatakan pada penduduk, tapi tempat itu jauh dari keramaian. Ia semakin cemas, mungkinkah emak ikut jatuh ke dalam sungai?
Ah...tak mungkin...tak mungkin!
Desma tak tau harus pergi kemana. Ia benar-benar bingung dan cemas.
Baiklah, aku segera memberitahukan hal ini kepada orang di ujung jalan itu, bisik Desma dalam hati.
Baru saja ia hendak pergi, sebuah cahaya terang muncul dan bergerak cepat.
Celaka .... sebuah bus penumpang akan segera lewat!"
Bus itu semakin mendekat dan meluncur deras menuju jembatan yang telah ambruk itu. Dengan cepat Desma bergerak ke tengah jalan sambil mengangkat obor tinggi-tinggi.
Ia tak peduli lagi dengan keselamatan dirinya, bus dan penumpangnya harus dapat di selamatkan.
Dalam jarak yang amat dekat. Pak sopir menginjak rem secara mendadak. Desma hampir saja dihantam bus yang serat penumpang itu.
Karena tak kuasa lagi memegang obor, persendian Desma terasa goyah, pandangannya kabur. Akhirnya ia roboh tak sadarkan diri.
Tatkala setelah sadar, banyak orang di sekelilingnya. Di antara mereka juga terlihat emak Desma. Matanya bengkak, ia menanggis.
Di sebelahnya terlihat adik yang tengah memandangi desma dengan sayu. Desma baru menyadari kalau dia sekarang berada di rumah sakit. Orang-orang cukup ramai menjenguk nya, sebagian adalah penumpang bus yang selamat itu. Berbagai hadiah diberikan mereka. Kepala kampung dan beberapa tokoh masyarakat juga hadir. Mereka menyalami Desma dan memuji pengorbanannya.
"Tanpa budi baik Nak Desma, entah apalah jadinya nasib keluarga kami." ujar salah satu penumpang bus.
Penghargaan pada Desma ternyata tidak sampai disitu saja. Di sekolah guru-guru sering memuji-muji Desma. Ia dijadikan teladan bagi teman-temanya.
Penghargaan lain datang dari pemilik bus yang di tolong oleh Desma. Karena Desma berbudi pekerti baik, mereka ingin mengangkat Desma sebagai anaknya. Mereka akan membiayai sekolah Desma dan memberikan bimbingan dan bantuan yang di perlukan Desma dalam menuntut ilmu.


Back to top